Levi ditemukan dalam kondisi tanpa busana.
Di dalam kamar itu, turut berada seorang perwira menengah Polda Jawa Tengah, AKBP Basuki, yang kemudian diketahui menjabat Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.
Basuki menjadi orang pertama yang melaporkan kematian Levi kepada pihak kostel dan kemudian ke polisi.
Ia mengaku kaget ketika mendapati Levi sudah tergeletak di lantai, dengan darah keluar dari hidung dan mulut.
Menurut keterangan yang disampaikan ke penyidik, sehari sebelum meninggal, Levi sempat dibawa Basuki ke Rumah Sakit Telogorejo karena kondisi kesehatannya drop.
Pihak kepolisian membenarkan adanya riwayat gangguan kesehatan itu.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan tekanan darah Levi mencapai 190 dengan kadar gula sekitar 600 mg/dL, kondisi yang secara medis bisa memicu komplikasi serius.
Hubungan Khusus Sejak 2020, Tinggal Serumah dan Satu KK
Dalam pemeriksaan, kata Kombes Artanto, AKBP Basuki mengakui memiliki hubungan khusus dengan Levi.
“Dari pemeriksaan, AKBP Basuki mengakui ada hubungan dengan almarhumah dosen Levi. Sejak 2020 sudah menjalin hubungan intens,” ujar Artanto, Senin (24/11/2025).
Seiring pendalaman kasus, muncul fakta lanjutan yang membuat publik tercengang.
Basuki dan Levi ternyata disebut telah tinggal satu atap selama sekitar lima tahun.
Nama Levi bahkan tercatat dalam kartu keluarga (KK) milik Basuki, meski status kependudukannya masih sebagai warga Purwokerto.
Temuan ini membuat keluarga korban mempertanyakan dasar administratif dan etika hubungan tersebut.
Mereka menilai banyak hal yang tidak wajar dan perlu dijelaskan secara terbuka.
Di awal kasus mencuat, Basuki sempat menyatakan hanya menaruh iba karena Levi dikabarkan tidak lagi memiliki orang tua.
Namun rangkaian fakta kemudian menunjukkan kedekatan mereka jauh melampaui hubungan sekadar simpati.
Polisi Sita Pakaian, Seprai, Selimut, dan Obat-obatan
Penyidik Ditreskrimum Polda Jateng bergerak cepat. Olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dilakukan di kamar kostel 210.
Sejumlah barang disita untuk kepentingan penyelidikan, mulai dari pakaian, selimut, hingga seprai.
“Kami amankan pakaian milik AKBP Basuki dan dosen Levi, juga seprai serta selimut saat olah TKP,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.