MENU
Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah
WA FB
Regional

Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Sep 2025 | 04:17 WIB
Banjir Bali Menelan 9 Korban Jiwa, Denpasar Jadi Wilayah Terparah
Banjir Bali 10 September 2025 melanda Denpasar dan sejumlah wilayah, menewaskan 9 orang serta ratusan warga terdampak.

Status Darurat Bencana Pasca Banjir Bali

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status darurat bencana di Bali selama tujuh hari. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, penetapan status ini diperlukan agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera tersalurkan.

“Hujan deras sejak Selasa malam berdampak pada enam kabupaten/kota. Hingga Rabu sore, sembilan orang meninggal dunia dan lebih dari 600 jiwa terdampak,” jelasnya.

Rincian korban jiwa terdiri dari lima orang di Denpasar, dua di Jembrana, satu di Gianyar, dan satu di Badung. Puluhan keluarga di Jembrana mengungsi, sedangkan di Klungkung tercatat ratusan warga terdampak.

Sebaran Titik Banjir

BPBD Provinsi Bali mencatat 127 titik banjir tersebar di enam wilayah. Denpasar Bali banjir tercatat paling parah dengan 81 titik genangan, diikuti Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Jembrana 8 titik, dan Karangasem 4 titik.

Selain banjir, terdapat 20 titik longsor, 14 lokasi pohon tumbang, dua jembatan rusak, serta beberapa bangunan roboh. Kerusakan paling banyak terjadi di Gianyar, Karangasem, dan Denpasar.

“Prioritas saat ini adalah evakuasi, pembersihan wilayah terdampak, serta koordinasi penanganan darurat bersama instansi terkait,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bali, Eka Saputra.

Data Korban Menurut Polda Bali

Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, merinci sembilan korban jiwa akibat Bali banjir 10 September 2025, yakni:

  • Denpasar: Nadira (48), Ni Wayan Lenyot, Rio Saputra (20), dan satu korban perempuan belum teridentifikasi.

  • Badung: Endang Cafyaning Ayu (42).

  • Gianyar: Ni Made Latif (70) dan Ni Made Rupet (87).

  • Jembrana: Komang Oka Sudiastawa (34) dan Nita Ulama (23).

Selain itu, enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.

BMKG Bali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang di Denpasar, Gianyar, Badung, dan Karangasem. BNPB meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

“Pemerintah daerah diharapkan aktif menyebarkan informasi serta menyiapkan posko darurat agar penanganan lebih cepat dan tepat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (A46)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.