MENU
Banjir-Longsor di Taput dan Humbahas, SAR Gabungan Hentikan Pencarian...
WA FB
Regional

Banjir-Longsor di Taput dan Humbahas, SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban

M Editor : Messi | 11 Dec 2025 | 01:01 WIB
Banjir-Longsor di Taput dan Humbahas, SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban
Banjir-Longsor di Taput dan Humbahas, SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban

Humbahas, Sinata.id- Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban banjir bandang-longsor di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Humbang Hasundutan (Humbahas). Berdasarkan validasi data, seluruh korban sudah ditemukan, kecuali 1 di Humbahas. Kepala Kantor Basarnas Medan, Hery Marantika mengatakan jika informasi korban terakhir ditemukan di hari ke-10 operasi. Korban itu ditemukan di Kecamatan Adian Koting.

"Jadi begini, di Tapanuli Utara itu terinformasikan oleh Tim SAR Gabungan, kita dapatkan informasi dari SAR Gabungan itu, yang ada satu korban di Pagaran Lumbung 1, satu korban di Desa Sibalanga. Ini semua di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara. Ini yang sudah tervalidasi. Maka kemarin korban yang terakhir, yang satu orang itu, kita temukan pukul 15.47 WIB kemarin ya, di hari ke-10 operasi ini, dalam kondisi meninggal dunia," kata Hery Marantika di Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, Minggu (7/12/2025) malam.

Pihaknya kemudian melaporkan hasil pencarian itu secara berjenjang. Hasilnya pencarian korban banjir-longsor di Taput dianggap selesai.

"Artinya, di Tapanuli sudah kita serahkan dan kita laporkan dengan pemerintah Kabupaten Tapanuli, dan Kabupaten Tapanuli Utara, baik itu desa, kecamatan, sampai ke Kabupaten, menyatakan bahwa Tapanuli dinyatakan clear. Artinya, pelaksanaan kegiatan operasi SAR dianggap selesai," ucapnya.

Begitu juga dengan pencarian korban banjir-longsor di Humbahas. Pihaknya sepakat untuk menghentikan pencarian bersama Bupati Humbahas dan keluarga korban.

Di Humbahas diketahui ada 1 korban lagi belum ditemukan.

"Selesai, bupati sudah tabur bunga, pihak keluarga sudah mengikhlaskan, dan walaupun kita tahu di situ masih ada satu korban, tapi karena memang pemerintahnya, kebijakan pemerintah dengan kesepakatan keluarga mengikhlaskan, maka personil SAR gabungan menghentikan dan kita lanjutkan pemantauan," ujarnya.

Meskipun demikian, Hery menjelaskan jika Basarnas tidak pernah berhenti melakukan pencarian. Jika ditemukan ada tanda-tanda korban ditemukan, pihaknya bakal kembali melakukan operasi pencarian.

"Jadi Basarnas itu tidak pernah menghentikan pencarian, tetapi akan kita lanjutkan dengan yang namanya pemantauan. Akan kita buka lagi operasi ini bila mana ada tanda-tanda korban ditemukan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.