MENU
Banjir Tahunan Serbalawan Jadi Fokus Serius, Pemkab Simalungun Siapkan...
WA FB
Simalungun

Banjir Tahunan Serbalawan Jadi Fokus Serius, Pemkab Simalungun Siapkan Langkah Terpadu

G Editor : Gunawan Purba | 22 Dec 2025 | 18:28 WIB
Banjir Tahunan Serbalawan Jadi Fokus Serius, Pemkab Simalungun Siapkan Langkah Terpadu
Rakor penanganan banjir di Serbalawan

Rakor ini juga dihadiri oleh Tim Lembaga Penelitian USU yang ditunjuk sebagai konsultan penanganan banjir Serbalawan. Perwakilan tim, Ivan Indrawan, memaparkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor penyebab banjir tahunan dan pentingnya program penanganan yang bersifat mendesak dan terintegrasi.

Ivan menjelaskan bahwa penanggulangan banjir memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui analisis kondisi eksisting, survei lapangan, pemetaan pola aliran limpasan, hingga perencanaan teknis penanganan banjir.

Sejumlah rekomendasi teknis disampaikan, di antaranya konservasi embung pada jalur limpasan di area kebun Bridgestone untuk menahan debit puncak air, pembangunan longstorage di parit perbatasan kebun, pembuatan sumur resapan di kawasan perumahan Dolok Maraja, serta pembangunan rorak di kebun Pondok Baru Dolok Silangit guna memperlambat aliran air permukaan.

Selain itu, disarankan pula pembangunan sudetan (diversion), yakni sudetan D1 dari parit batas kebun menuju Sungai Pagurawan serta sudetan D2 dari Dolok Silangit menuju sungai mati di sisi barat, sebagai upaya pembagian debit aliran air.

Rekomendasi lainnya meliputi normalisasi parit perbatasan kebun hingga ke Sungai Pagurawan, normalisasi sungai mati, perbaikan sistem drainase pemukiman Dolok Maraja agar aliran tidak terfokus ke box culvert jalan tol, peningkatan kapasitas box culvert di ruas Dolok Ulu–Dolok Batu Silangit, serta perbaikan bendungan dan pintu air PLTA PTPN IV dan pintu air irigasi demi kelancaran aliran Sungai Baskam.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang dipandu langsung oleh Sekda. Dari hasil rapat disepakati bahwa pada Januari mendatang akan dibentuk sejumlah tim teknis yang terkoordinasi, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai sektor utama penanganan. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.