MENU
Belajar Percaya Kepada Tuhan yang Mengasihi Kita
WA FB
Religi

Belajar Percaya Kepada Tuhan yang Mengasihi Kita

F Editor : Ferry SP Sinamo | 12 Oct 2025 | 11:58 WIB
Belajar Percaya Kepada Tuhan yang Mengasihi Kita
St Ferry SP Sinamo, SH.MH

  Oleh: St Ferry SP Sinamo,SH, MH, CPM,CPArb (Yohanes 11:1–15)

Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Pagi ini kita mau belajar satu hal yang sangat penting dalam kehidupan iman kita, yaitu belajar percaya kepada Tuhan yang mengasihi kita.

Firman Tuhan dalam Yohanes *pasal 11* menceritakan tentang Lazarus, seorang yang dikasihi oleh Yesus, bersama dua saudarinya *Marta* dan *Maria* . Mereka adalah keluarga yang setia dan beriman, namun tetap mengalami hal yang sulit — *Lazarus* jatuh sakit dan akhirnya meninggal.

Saudara, di sini kita diajar bahwa kasih Tuhan tidak berarti hidup tanpa masalah. *Ayat 5* berkata, “Yesus mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus.” Tapi di ayat berikutnya, Yesus malah menunda kedatangannya dua hari lagi. Mengapa? Karena Yesus ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita memiliki tujuan untuk kemuliaan Tuhan.

1. Masalah Hidup Bukan Akhir, Tapi Awal Kemuliaan Tuhan

Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kepada kematian, tetapi untuk kemuliaan Allah.” *(Yoh. 11:4)* Artinya, setiap pergumulan yang kita alami bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk iman kita.

Saya teringat sebuah kesaksian nyata: Ada sepasang suami-istri yang menanti anak selama 10 tahun. Mereka sudah berdoa, sudah berusaha, tapi belum juga dikaruniai anak. Pada tahun ke-11 dokter menyarankan bayi tabung, tapi peluangnya hanya 10% berhasil. Namun mereka berkata, “Kami tetap percaya, Tuhan sanggup.” Dan apa yang terjadi? Tanpa bayi tabung, sang istri hamil — bahkan melahirkan tiga anak kembar! Saudara, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil! Nama Tuhan dipermuliakan karena iman yang tidak goyah.

2. Kasih Tuhan Tidak Selalu Datang Dalam Bentuk Jawaban Cepat

Banyak orang berpikir, “Kalau Tuhan mengasihi saya, seharusnya Dia segera menolong.” Tapi kasih Tuhan tidak selalu berarti jawaban yang cepat. Kadang Tuhan menunda, karena Ia sedang mendidik kita untuk percaya.

Ketika doa kita belum dijawab, itu bukan karena Tuhan tidak peduli. Justru di situ Ia sedang melatih iman kita agar tetap setia dan sabar.

3. Kematian Adalah Tidur dalam Kristus

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.