MENU
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan Versi Muhammadiy...
WA FB
Nasional

Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

J Editor : Jansen Siahaan | 01 Feb 2026 | 10:48 WIB
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Ilustrasi Ramadhan. (gettyimages)

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah telah menetapkan libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Berdasarkan kalender tersebut, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Lantas, berapa hari lagi puasa 2026 jika dihitung dari sekarang? Berikut penjelasannya berdasarkan ketetapan Muhammadiyah dan perkiraan pemerintah.

Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah melalui Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), dengan hasil sebagai berikut:

1 Ramadhan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

1 Syawal 1447 H (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026

Jika dihitung dari Sabtu, 31 Januari 2026, maka awal puasa Ramadhan menurut Muhammadiyah tinggal sekitar 18 hari lagi. Artinya, umat Islam yang mengikuti kalender Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada pertengahan Februari.

Perkiraan Awal Puasa 2026 Menurut Pemerintah

Sementara itu, pemerintah melalui kalender resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkirakan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada:

Kamis, 19 Februari 2026

Perkiraan tersebut mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Namun, tanggal tersebut masih bersifat sementara dan menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat.

Apabila 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026, maka dari 31 Januari 2026, puasa diperkirakan tinggal sekitar 19 hari lagi.

Sidang isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 (29 Syakban) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat akan dihadiri berbagai unsur, seperti perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, ahli falak, DPR, hingga Mahkamah Agung.

Sikap Nahdlatul Ulama Terkait Awal Puasa 2026

Hingga kini, Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan secara resmi awal Ramadhan 1447 Hijriah. NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yaitu perpaduan antara perhitungan astronomi dan rukyatul hilal.

Pemantauan hilal akan dilakukan pada 29 Syakban 1447 Hijriah, sebelum keputusan resmi diumumkan. Dengan metode tersebut, besar kemungkinan awal puasa NU akan sejalan dengan keputusan pemerintah, yakni pada 18 atau 19 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.