MENU
Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI
WA FB
News

Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI

G Editor : Gunawan Purba | 13 Mar 2026 | 15:19 WIB
Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI
Ilustrasi suasana di Masjid Baiturrahman (AI)

Jakarta, Sinata.id - Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ratusan jemaah memadati masjid untuk mengikuti iktikaf, menghidupkan malam dengan berbagai ibadah sambil berharap dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih mulia dari seribu bulan.

Di serambi masjid, aktivitas dimulai dari meja registrasi sederhana. Para peserta yang baru datang diminta menuliskan nama mereka sebelum mengikuti rangkaian ibadah malam.

“Silakan ditulis tanda tangan di sini, nanti dapat pin dan kuponnya,” ujar Raihan, panitia iktikaf yang bertugas di meja pendaftaran, Selasa (10/3/2026).

Satu per satu jemaah mencatatkan nama. Setelah itu mereka menerima pin kecil yang dipasang di pakaian serta kupon yang dapat ditukarkan dengan cinderamata. Panitia juga mengingatkan peserta agar menyimpan kupon tersebut dengan baik.

Menjelang Magrib, jumlah jemaah terus bertambah. Ada yang membawa tas kecil berisi pakaian ganti dan mushaf Al-Qur’an, sementara sebagian lainnya hanya membawa sajadah dan botol minum.

Malam itu mereka datang dengan tujuan yang sama: mengikuti iktikaf Ramadan dan mengisi malam dengan ibadah hingga waktu fajar tiba. Hingga registrasi ditutup, sekitar 120 jemaah tercatat mengikuti kegiatan tersebut.

Usai salat Isya berjemaah, jemaah kembali memenuhi ruang utama masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Saf-saf terbentuk rapi di atas karpet biru yang membentang di seluruh ruangan.

Salat tarawih malam itu dilaksanakan sebanyak 23 rakaat. Gerakan demi gerakan berlangsung cukup cepat sehingga jemaah harus sigap mengikuti irama imam agar tidak tertinggal.

Di salah satu saf, seorang jemaah lanjut usia terlihat berdiri perlahan sambil menyesuaikan langkahnya. Sesekali ia tertinggal beberapa gerakan, namun dengan langkah pelan ia tetap berusaha mengikuti hingga rakaat terakhir.

Seorang peserta bernama Fajar mengaku cukup terkejut dengan jumlah rakaat yang dilaksanakan malam itu.

“Ini pengalaman baru bagi saya, karena biasanya saya salat tarawih dengan 11 rakaat,” katanya setelah salat.

Ia juga merasakan tempo salat yang lebih cepat dibandingkan yang biasa ia ikuti, meski tetap menikmati suasana berjemaah di masjid tersebut.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.