MENU
Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI
WA FB
News

Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI

G Editor : Gunawan Purba | 13 Mar 2026 | 15:19 WIB
Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Parlemen-DPR RI
Ilustrasi suasana di Masjid Baiturrahman (AI)

Setelah tarawih selesai, kegiatan berlanjut dengan tadarus Al-Qur’an. Para peserta kemudian duduk membentuk lingkaran menyerupai huruf U di ruang utama masjid.

Di tengah lingkaran, Ustaz Hanafi memimpin sesi tadarus sambil membuka mushaf Al-Qur’an. Setiap peserta membaca ayat secara bergiliran, sementara peserta lainnya menyimak.

Jika terdapat bacaan yang kurang tepat, sang ustaz langsung memberikan koreksi. “Hurufnya ditekan sedikit, coba ulangi lagi,” katanya kepada salah satu peserta.

Lantunan ayat suci bergantian memenuhi ruang masjid, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus penuh semangat belajar.

Salah satu peserta, Aishah, pelajar SMK asal Tangerang, mengaku baru pertama kali mengikuti iktikaf di Masjid Baiturrahman. “Iktikaf di sini pertama kali buat saya,” ujarnya.

Ia merasa kegiatan tadarus tersebut menjadi pengalaman berharga karena dapat memperbaiki cara membaca Al-Qur’an. “Di sini diajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar, jadi saya tertarik belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik,” katanya.

Kegiatan tadarus berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum para jemaah beristirahat sejenak. Menjelang tengah malam, suasana masjid menjadi semakin hening.

Sebagian jemaah membentangkan sajadah untuk beristirahat, sementara yang lain tetap membaca Al-Qur’an dengan suara pelan. Lampu masjid yang redup membuat suasana terasa semakin khusyuk.

Di luar, kawasan Kompleks Parlemen mulai lengang. Namun di dalam masjid, malam Ramadan justru terasa semakin hidup. Sekitar pukul 02.00 dini hari, panitia mulai membangunkan peserta untuk melanjutkan ibadah malam.

“Bangun, kita lanjut salat malam,” ujar salah satu panitia dengan suara pelan.

Jemaah kemudian bangkit perlahan untuk melaksanakan salat tasbih dan tahajud. Di tengah keheningan dini hari, suara imam terdengar jelas memimpin salat.

Setelah rangkaian salat malam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi muhasabah yang dipandu Ustaz Syamsul Rijal. Dalam suasana yang hening, jemaah diajak merenungkan perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta.

Beberapa jemaah terlihat menundukkan kepala, sementara yang lain memejamkan mata mengikuti renungan yang disampaikan.

Menjelang sahur, suasana masjid kembali ramai. Panitia mulai membagikan hidangan kepada para peserta iktikaf.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.