MENU
BGN Refocusing Program MBG, Sekolah Kaya Tak Lagi Jadi Penerima
WA FB
Nasional

BGN Refocusing Program MBG, Sekolah Kaya Tak Lagi Jadi Penerima

T Editor : Tigor Munthe | 09 Jun 2026 | 10:22 WIB
BGN Refocusing Program MBG, Sekolah Kaya Tak Lagi Jadi Penerima
Screenshot_20260609-102117~3

Jakarta, Sinata.id – Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, mengungkapkan pihaknya akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut dilakukan agar bantuan gizi lebih tepat sasaran kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Pernyataan itu disampaikan Nanik usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan ekonomi mampu berpotensi tidak lagi menjadi penerima program MBG.

"Refocusing ini maksudnya adalah, apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya, kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik kepada wartawan.

Ia menjelaskan, ke depan BGN akan memprioritaskan intervensi gizi bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan dukungan negara. "Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," ujarnya. BGN juga akan mengevaluasi jumlah penerima manfaat yang saat ini mencapai sekitar 63 juta orang.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan data penerima sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

"Nah ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh 63 juta ini butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi, kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," tambahnya.

Selain penataan sasaran penerima manfaat, BGN akan memperketat pengawasan kualitas pelaksanaan MBG melalui evaluasi terhadap setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Nanik, fokus BGN pada tahun 2026 bukan lagi mengejar jumlah penerima, melainkan memastikan kualitas layanan dan pemenuhan standar operasional di setiap dapur MBG.

"Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek, apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti akan kita grading, misalnya apakah dapur ini bisa 3.000, 2.000, atau 1.000 saja. Itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan," pungkasnya. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.