Jakarta, Sinata.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa biaya konsumsi jemaah haji pada tahun ini mengalami penurunan. Kendati demikian, porsi makanan yang diterima jemaah justru ditingkatkan, terutama pada nasi dan lauk.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026), Dahnil menjelaskan harga konsumsi turun dari sebelumnya 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi. Penurunan biaya tersebut tidak berdampak pada kualitas, karena berat makanan utama justru bertambah.
Ia mencontohkan, porsi nasi yang sebelumnya berada di kisaran 150 gram kini dinaikkan menjadi sekitar 170 gram, begitu pula dengan lauk pauk yang menyertainya. Kebijakan ini, menurutnya, dilakukan untuk menjaga kecukupan asupan gizi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Dari sisi anggaran, Kementerian Haji dan Umrah berhasil melakukan penghematan signifikan. Efisiensi pada sektor konsumsi tercatat mencapai lebih dari Rp123 miliar dari total anggaran yang semula dialokasikan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal di lapangan. Sementara itu, porsi sayuran dalam menu jemaah sedikit dikurangi. Jika tahun lalu berat sayur mencapai 80 gram, tahun ini disesuaikan menjadi 75 gram. Penyesuaian ini dilakukan atas rekomendasi ahli gizi.
Menurut Dahnil, para ahli menilai peningkatan seharusnya difokuskan pada lauk berprotein, sedangkan sayuran dan buah cukup dikurangi dalam jumlah kecil. Langkah tersebut diambil demi menjaga keseimbangan dan proporsi gizi yang lebih tepat bagi jemaah haji. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.