MENU
Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupia...
WA FB
News

Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupiah!

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Oct 2025 | 16:18 WIB
Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupiah!
Setelah kehilangan ratusan miliar dolar dalam sepekan, Bitcoin yang dulu dijuluki “emas digital” justru terperosok ke titik terendah sejak Juni. (Ilustrasi)

Sinata.id - Setelah kehilangan ratusan miliar dolar dalam sepekan, Bitcoin yang dulu dijuluki “emas digital” justru terperosok ke titik terendah sejak Juni. Penurunan tajam hingga 4 persen ini membuat nilai total pasar kripto anjlok lebih dari US$600 miliar, menandai kerapuhan sektor aset digital di tengah ketegangan global dan krisis kepercayaan investor.

Dalam sepekan terakhir, mata uang kripto terbesar di dunia ini gagal mempertahankan reputasinya sebagai aset safe haven setelah kehilangan ratusan miliar dolar nilai pasar.

Pada Jumat (17/10/2025) waktu AS, harga Bitcoin anjlok hingga 4 persen ke level US$103.550 atau sekitar Rp1,71 miliar per koin, menjadi titik terendah sejak Juni lalu. Ethereum, rival terbesarnya, juga tak kalah suram. Token berlogo berlian itu jatuh di bawah US$3.700 (sekitar Rp61 juta), melorot lebih dari 25 persen dari puncaknya pada Agustus.

Menurut data CoinGecko, total valuasi pasar kripto global kini telah menyusut lebih dari US$600 miliar atau sekitar Rp9.953 triliun hanya dalam sepekan. Meski sempat rebound tipis ke US$106.852 pada Sabtu pagi waktu Indonesia, Bitcoin masih mencatatkan pelemahan 5,5 persen dalam tujuh hari terakhir. Ether juga sedikit pulih ke level US$3.840, namun tren negatif masih membayangi.

Binance dan BNB Jadi Biang Kepanikan Pasar

Drama kripto makin panas setelah token BNB, milik raksasa bursa kripto Binance, terjun bebas hingga 11 persen pada Jumat malam. Penurunan tajam itu sempat memicu gelombang likuidasi besar-besaran di seluruh pasar. Gangguan teknis dan ketidakcocokan harga di platform Binance disebut sebagai biang kerok utama.

Analis menyebut, Binance bahkan harus menyiapkan kompensasi hampir US$600 juta (sekitar Rp9,9 triliun) untuk para penggunanya. Yoann Turpin, co-founder Wintermute, menilai kejatuhan BNB merupakan bagian dari “penyesuaian harga massal” setelah lonjakan jangka pendek di pertengahan pekan gagal berkembang menjadi pemulihan yang stabil.

Padahal, hanya dua pekan sebelumnya, Bitcoin sempat mencetak rekor baru di level US$126.251 pada 6 Oktober. Namun euforia itu tak bertahan lama. Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China membuat pasar panik, memicu aksi jual besar-besaran senilai lebih dari US$19 miliar. Dalam 24 jam terakhir saja, lebih dari US$1,2 miliar posisi leverage terpaksa dilikuidasi menurut data Coinglass.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.