MENU
BMKG Pastikan Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,6 Sulut Sesuai SOP
WA FB
Nasional

BMKG Pastikan Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,6 Sulut Sesuai SOP

J Editor : Jansen Siahaan | 02 Apr 2026 | 23:55 WIB
BMKG Pastikan Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,6 Sulut Sesuai SOP
Lokasi titik gempa di Sulawesi Utara. (bmkg)

Jakarta, Sinata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Gempa bumi terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 04.48 WIB, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 132 kilometer barat laut Ternate pada kedalaman 33 kilometer.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi tsunami dengan status Siaga di wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan sebagian Minahasa. Sementara itu, status Waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe dan sekitarnya.

Peringatan Dini Disampaikan Cepat

Faisal menjelaskan, BMKG telah menjalankan tahapan peringatan dini tsunami secara cepat dan terukur sesuai SOP.

“Dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa, BMKG sudah menyampaikan peringatan awal yang mencakup parameter gempa, potensi tsunami, estimasi waktu tiba, serta tingkat ancaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan tahap kedua disampaikan dalam waktu kurang dari 10 menit, sementara pembaruan tahap ketiga dilakukan pada menit ke-30 hingga ke-60. Seluruh rangkaian informasi diakhiri maksimal 120 menit setelah estimasi waktu tiba pertama.

Pada kejadian ini, BMKG berhasil menyampaikan informasi awal dalam waktu 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi.

Pemantauan Muka Air Laut

BMKG juga melakukan pemantauan muka air laut melalui sembilan alat pengukur (tide gauge), termasuk perangkat milik Badan Informasi Geospasial (BIG).

Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut hingga 0,75 meter. Meski tergolong kecil, kondisi geografis wilayah kepulauan dan teluk berpotensi memperkuat gelombang tsunami.

“Topografi wilayah dapat menyebabkan amplifikasi gelombang, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” jelas Faisal.

Gempa Susulan dan Dampak Guncangan

Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 93 gempa susulan dengan magnitudo antara 2,8 hingga 5,8, di mana tujuh di antaranya dirasakan masyarakat.

Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Guncangan terkuat mencapai skala V–VI MMI di Kota Ternate dan Kecamatan Ibu, yang menyebabkan warga berlarian keluar rumah serta berpotensi menimbulkan kerusakan ringan. Di Manado, intensitas mencapai IV–V MMI, sedangkan di wilayah Gorontalo berkisar II–III MMI.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.