MENU
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 12-18 Mei 2026, Ini Daf...
WA FB
Nasional

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 12-18 Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

J Editor : Jansen Siahaan | 12 May 2026 | 20:12 WIB
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 12-18 Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Ilustrasi hujan deras di Tangerang Selatan. (detik)

Jakarta, Sinata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 12 hingga 18 Mei 2026.

Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah fenomena atmosfer, mulai dari Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, hingga kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik utara Papua.

BMKG mencatat pada periode 7-10 Mei 2026, sejumlah daerah telah mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Curah hujan tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara mencapai 146 mm per hari, disusul Papua Tengah sebesar 143,2 mm per hari.

Selain itu, hujan lebat juga tercatat di Riau 86,3 mm per hari, Maluku 72,6 mm per hari, Kalimantan Barat 71,4 mm per hari, Maluku Utara 67,3 mm per hari, Sumatera Utara 66 mm per hari, serta Aceh 63,8 mm per hari.

Bibit Siklon Tropis 96W Picu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan Bibit Siklon Tropis 96W saat ini berada di Samudra Pasifik utara Papua dan diprediksi bergerak menuju timur Filipina dalam 24 jam ke depan.

Sistem tersebut memiliki tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot.

Keberadaan bibit siklon itu memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan utara Papua hingga Maluku Utara yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Laut Natuna dan Selat Makassar yang memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.

Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi bagian selatan diperkirakan terdampak dinamika atmosfer tersebut.

Fenomena Atmosfer Masih Aktif

BMKG menyebut fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 3 atau wilayah Samudra Hindia dan melintasi sebagian besar Indonesia.

Sementara Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

Adapun Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Laut Flores, hingga NTT.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.