MENU
BMKG Sebut Gempa M 7,6 di Bitung Termasuk Megathrust, Ini Penyebab dan...
WA FB
Nasional

BMKG Sebut Gempa M 7,6 di Bitung Termasuk Megathrust, Ini Penyebab dan Potensinya

N Editor : Nida | 02 Apr 2026 | 09:36 WIB
BMKG Sebut Gempa M 7,6 di Bitung Termasuk Megathrust, Ini Penyebab dan Potensinya
Seorang warga di Manado dikabarkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan (AFP)

Jakarta, Sinata.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung, Kamis (2/4) pagi, merupakan jenis gempa megathrust yang memiliki potensi memicu tsunami.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada kedalaman sekitar 33 kilometer dengan mekanisme sesar naik (thrust), yang dikenal berisiko tinggi menyebabkan gelombang tsunami.

“Gempa ini tergolong dangkal dan terjadi akibat aktivitas subduksi di Laut Maluku. Mekanisme sesar naik membuat potensi tsunami lebih tinggi dibandingkan jenis pergeseran lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers. Aktivitas Subduksi Laut Maluku Menurut BMKG, gempa dipicu oleh aktivitas subduksi di kawasan Laut Maluku yang menunjam ke wilayah Sulawesi Utara. Titik gempa berada di sekitar Punggungan Mayu, salah satu zona tektonik aktif di kawasan tersebut.

Karakteristik gempa dangkal dengan mekanisme thrust fault membuat dasar laut berpotensi terangkat secara tiba-tiba, sehingga memicu pergerakan air laut. Zona Tektonik Kompleks Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Daryono, menyebut kawasan Laut Maluku merupakan salah satu zona tektonik paling kompleks di dunia.

Wilayah ini memiliki sistem subduksi ganda, di mana lempeng bumi saling menekan dari dua arah. Kondisi tersebut menghasilkan tekanan besar yang sewaktu-waktu dilepaskan dalam bentuk gempa kuat.

“Mekanisme sesar naik sangat efektif mengangkat dasar laut secara tiba-tiba, sehingga berpotensi memicu tsunami,” jelasnya. Tsunami Kecil dan Gempa Susulan Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tsunami kecil sempat terdeteksi di dua wilayah, yakni Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter dan Bitung sekitar 0,2 meter.

Meski tergolong kecil, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gelombang susulan.

Selain itu, tercatat dua gempa susulan dengan magnitudo 5,5 dan 5,2 yang terjadi tidak lama setelah gempa utama. Kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan warga. Imbauan Tetap Waspada BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk sementara menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan otoritas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.