MENU
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampa...
WA FB
Nasional

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

J Editor : Jansen Siahaan | 05 May 2026 | 17:04 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Ilustrasi hujan deras. (beritanasional)

Jakarta, Sinata.id — Sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer.

Pada periode 1–3 Mei 2026, BMKG mencatat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah, antara lain Jawa Barat (166,5 mm/hari), Jambi (131,2 mm/hari), Kalimantan Barat (113,8 mm/hari), Sumatera Utara (129,5 mm/hari), dan Maluku (103,1 mm/hari).

Dipicu Gelombang Atmosfer

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang melintasi wilayah Indonesia.

Fenomena ini berperan dalam meningkatkan proses konveksi udara sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, terutama di wilayah barat Indonesia, termasuk pesisir barat Sumatera.

Aktivitas MJO juga terpantau memengaruhi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku.

Pengaruh Sirkulasi Siklonik

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah, seperti pesisir barat dan utara Sumatera, Kalimantan bagian utara, perairan utara Maluku, serta pesisir utara Papua.

Kondisi ini turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Selain faktor global, kondisi lokal seperti pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari dan kelembapan udara yang tinggi juga mendukung terbentuknya awan hujan.

Suhu Tetap Tinggi

Di tengah hujan lebat, suhu maksimum harian di sejumlah wilayah masih tergolong tinggi. BMKG mencatat suhu mencapai 37,1 derajat Celsius di Kalimantan Timur, 36,6 derajat Celsius di Kalimantan Utara, 36,2 derajat Celsius di Sulawesi Tengah, 36,0 derajat Celsius di Papua, dan 36,6 derajat Celsius di Kalimantan Barat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanasan pada siang hari masih cukup kuat, dipengaruhi oleh tingginya radiasi matahari dan mulai menguatnya monsun Australia.

Monsun tersebut ditandai dengan dominasi angin timuran yang membawa massa udara lebih kering, sehingga tutupan awan berkurang pada pagi hingga siang hari dan suhu udara meningkat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.