MENU
BNPB Catat Banjir hingga Karhutla Warnai Bencana Nasional 21 Mei 2026
WA FB
Nasional

BNPB Catat Banjir hingga Karhutla Warnai Bencana Nasional 21 Mei 2026

T Editor : Tigor Munthe | 21 May 2026 | 15:50 WIB
BNPB Catat Banjir hingga Karhutla Warnai Bencana Nasional 21 Mei 2026
BNPB. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sejumlah bencana hidrometeorologi basah, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode 20–21 Mei 2026.

Berdasarkan laporan BNPB, banjir terjadi di sejumlah daerah seperti Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Aceh, hingga Kalimantan Barat.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan di Riau juga masih menjadi perhatian nasional.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan debit sungai meluap.

Bencana itu berdampak pada 336 jiwa dari 107 kepala keluarga serta merendam 107 rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan akses jalan desa.

Sementara di DKI Jakarta, banjir yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) berdampak pada 4.215 jiwa dari 1.233 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah administrasi ibu kota.

BPBD DKI Jakarta melakukan penyedotan genangan, evakuasi warga, dan pemantauan di titik terdampak.

Banjir juga melanda Kota Pasuruan, Jawa Timur, dan berdampak pada 1.102 jiwa dari 327 kepala keluarga.

Sedangkan di Kabupaten Bireuen, Aceh, banjir berdampak pada 786 jiwa dari 214 kepala keluarga.

Di Kalimantan Barat, banjir yang melanda Kabupaten Sintang sejak 17 Mei masih berdampak di tiga kecamatan dan 15 desa.

BNPB mencatat sebanyak 5.078 kepala keluarga terdampak dan ribuan rumah terendam.

Selain itu, lima rumah rusak berat, 13 jembatan gantung putus, dan satu akses jalan terendam banjir.

Selain banjir, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi perhatian utama.

Hingga Rabu (20/5/2026), luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi udara dan darat yang melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni.

BNPB juga melaporkan banjir di Kabupaten Luwu Utara dan bencana banjir serta longsor di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih berada dalam status tanggap darurat.

Sementara itu, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus dipantau akibat aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, BNPB mengingatkan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.