MENU
BNPB: Cuaca Ekstrem Deli Serdang dan Banjir di Sejumlah Daerah Warnai...
WA FB
Nasional

BNPB: Cuaca Ekstrem Deli Serdang dan Banjir di Sejumlah Daerah Warnai Penanganan Bencana Nasional

T Editor : Tigor Munthe | 30 May 2026 | 17:25 WIB
BNPB: Cuaca Ekstrem Deli Serdang dan Banjir di Sejumlah Daerah Warnai Penanganan Bencana Nasional
Pemkab Bolaang Mongondow, TNI/Polri, dan ormas membantu penanganan serta pembersihan sisa material banjir bandang di Kecamrtan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat (29/5/2026). (Foto: BNPB)\n

JAKARTA, Sinata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode 29–30 Mei 2026.

Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi, mulai dari cuaca ekstrem, banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Salah satu kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada 28 Mei 2026.

BNPB mencatat sebanyak 94 kepala keluarga (KK) atau 348 jiwa terdampak, sementara 94 unit rumah mengalami kerusakan.

Wilayah yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Patumbak, Biru-Biru, Pancur Batu, Namorambe, Deli Tua, Batang Kuis, dan Percut Sei Tuan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang telah melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Selain itu, banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, akibat hujan berintensitas tinggi juga berdampak cukup signifikan.

Sebanyak 314 KK atau 968 jiwa terdampak, dengan 215 KK atau 747 jiwa sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sedikitnya 468 unit rumah terendam banjir.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pakowa, Paal IV, Dendengan Dalam, Komo, dan Ternate Tanjung. BNPB melaporkan kondisi banjir di Manado mulai surut dan masyarakat kini melakukan pembersihan lingkungan serta rumah masing-masing.

Sementara itu, banjir bandang di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, masih menjadi salah satu bencana yang mendapat perhatian khusus.

Bencana yang terjadi sejak 26 Mei 2026 tersebut berdampak pada 747 KK atau 3.524 jiwa. Sebanyak 724 rumah terdampak, tiga rumah hanyut, dan 20 rumah mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara telah menetapkan status tanggap darurat hingga 24 Juni 2026. Saat ini banjir telah surut, namun proses asesmen, pembersihan lingkungan, dan distribusi bantuan masih terus dilakukan.

Di Sulawesi Selatan, banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara sejak pertengahan Mei masih belum sepenuhnya teratasi. Bencana tersebut berdampak pada 3.685 KK atau 13.114 jiwa dengan 3.685 rumah terdampak. Sebanyak 14 warga masih berada di lokasi pengungsian.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih memberlakukan status tanggap darurat hingga 16 Juni 2026. Curah hujan sedang hingga tinggi yang masih terjadi di wilayah tersebut menyebabkan genangan belum sepenuhnya surut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.