Tapanuli Tengah, Sinata.id - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) Erwansjah bersama BPBD Tapteng dan Camat Pandan Toemboer Rajagukguk turun langsung meninjau lokasi hingga memastikan nasib warga terdampak bencana di Kelurahan Sibuluan Indah.
Sebelumnya dia mengaku bahwa data penerima bantuan jaminan kehidupan (jadup) bukan ranahnya BNPB, namun masih satu payung dan mitra dalam penugasan penanggulangan bencana Tapteng.
"Karena memang ini sudah menjadi sorotan publik, maka saya datang membantu untuk memverifikasi dan memastikan data warga yang benar-benar terdampak namun belum terakomodir," ucapnya Erwansjah di Pondok Saro, Kecamatan Pandan, Rabu (15/4/26) pagi.
Menanggapi keluhan masyarakat yang selama ini mengaku belum terdata dalam penerima bantuan jaminan hidup (jadup), pihak BNPB berjanji akan mengawal data yang masuk hingga ke meja Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
"Kami pastikan dan kami jamin, seluruh warga Sibuluan Indah yang benar-benar terdampak dan berhak menerima bantuan jadup, namanya akan masuk dan terdaftar. Tidak akan ada yang tertinggal," tegasnya di hadapan seratusan warga Pondok Saro.
Dia menjelaskan bahwa validasi data kini sedang berjalan untuk kebutuhan syarat penerima bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penyaluran Jadup dan biaya pengganti perabotan yang rusak akibat banjir ekologis 2025.
"Selain jadup akan ada biaya sebesar Rp 3 juta untuk perabotan seperti kulkas, sofa yang rusak," terangnya.
Plt BPBD Tapteng Ardiansyah menegaskan pihaknya tetap berkoordinasi dengan Camat, Lurah serta Kepling soal pendataan warga untuk didaftarkan sebagai penerima jadup.
Meskipun data yang tertuang dalam BPBD mengcover pendataan rumah rusak ringan, sedang, dan berat.
Namun ia memastikan pemerintah daerah memberi perhatian serius dalam pelaksanaan pendataan warga calon penerima manfaat program bantuan Jadup pascabencana.
"Saya selaku Kepala Pelaksana BPBD Tapteng, siap untuk menerima aduan dan keluhan warga secara langsung," kata Ardiansyah.
Senada itu, Camat Pandan Toemboer Rajagukguk menyampaikan dirinya turut berempati dengan kesusahan warganya pascabanjir.
"Saya juga korban bencana, tapi saya lebih prioritaskan warga saya," ungkapnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.