MENU
BPOM Temukan 8 Jenis Obat Paling Rentan Dipalsukan, Apa Saja?
WA FB
Nasional

BPOM Temukan 8 Jenis Obat Paling Rentan Dipalsukan, Apa Saja?

T Editor : Tumpal Pandapotan | 05 Feb 2026 | 13:40 WIB
BPOM Temukan 8 Jenis Obat Paling Rentan Dipalsukan, Apa Saja?
ilustrasi obat palsu

Jakarta, Sinata.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengidentifikasi delapan jenis obat yang paling sering dipalsukan dan beredar secara ilegal di pasar gelap dan platform daring tidak berizin. Obat-obatan palsu ini dinilai sangat berbahaya karena berisiko menyebabkan kegagalan pengobatan, keracunan, hingga kematian.

Pengumuman resmi ini disampaikan BPOM pada Kamis (5/2), menyusul hasil pengawasan dan temuan lapangan yang menunjukkan maraknya praktik pemalsuan. Obat-obatan yang menjadi sasaran umumnya adalah obat dengan permintaan tinggi, untuk penyakit spesifik, atau berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Kedelapan jenis obat yang paling rentan dipalsukan tersebut adalah Viagra, Cialis, Ventolin inhaler, Dermovate krim, Dermovate salep, Ponstan, Tramadol hydrochloride, serta Hexymer atau Trihexyphenidyl hydrochloride.

Menurut BPOM, obat palsu berbahaya karena kandungannya tidak terjamin. Produk tersebut bisa saja tidak mengandung zat aktif, mengandung zat yang salah, atau memiliki dosis yang tidak tepat. Hal ini berpotensi memicu efek samping berat, resistensi obat, hingga risiko ketergantungan, khususnya pada obat seperti Tramadol dan Trihexyphenidyl.

BPOM mencontohkan Trihexyphenidyl, yang merupakan obat resep untuk gangguan gerak Parkinson dan efek samping obat psikiatri. Obat ini kerap disalahgunakan dan dipalsukan karena efek sampingnya yang dapat menimbulkan sensasi tertentu.

Untuk mencegah peredaran obat palsu, BPOM menyoroti pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam membeli obat, termasuk tidak tergiur harga murah. Pembelian disarankan hanya dilakukan di apotek atau toko obat resmi. Jika membeli secara daring, pastikan platform tersebut merupakan Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang telah berizin.

BPOM juga mengimbau konsumen untuk selalu memeriksa kemasan, label, nomor izin edar, dan tanggal kedaluwarsa obat. Keaslian produk dapat diverifikasi melalui aplikasi BPOM Mobile. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.