MENU
Brimob Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Banjir di Tapanuli Tengah
WA FB
Regional

Brimob Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Banjir di Tapanuli Tengah

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Jan 2026 | 07:33 WIB
Brimob Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Banjir di Tapanuli Tengah
Brimob Polda Sumut bergerak cepat mengevakuasi 45 warga yang terjebak banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. (Ist)

Sinata.id — Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah memicu luapan sungai hingga memutus akses antarpermukiman. Dalam kondisi darurat itu, aparat kepolisian bergerak cepat. Puluhan warga yang terisolasi banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, berhasil diselamatkan dalam operasi kemanusiaan yang berlangsung sejak Jumat (2/1/2026) siang hingga sore hari.

Aksi penyelamatan dilakukan setelah laporan warga masuk ke posko siaga bencana sekitar pukul 12.30 WIB. Informasi tersebut menyebutkan bahwa air sungai meluap dan menenggelamkan jalur penghubung dari wilayah Sait Kalangan II menuju Hutanabolon, membuat warga tak bisa keluar dari lokasi terdampak.

Tak menunggu lama, satu regu personel Brimob langsung diterjunkan ke titik banjir. Sekitar pukul 13.00 WIB, belasan anggota bersenjata lengkap dengan perlengkapan evakuasi tiba di Lorong IV, Kelurahan Hutanabolon, yang menjadi salah satu area paling parah terdampak.

Dengan kondisi medan yang sulit dan arus air yang masih cukup deras, petugas mengevakuasi warga satu per satu, mengutamakan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Proses penyelamatan berlangsung selama beberapa jam hingga situasi dinyatakan aman menjelang petang.

Sebanyak 45 warga berhasil dievakuasi dari lokasi terisolasi dan dipindahkan ke sejumlah posko pengungsian di wilayah Kecamatan Tukka dan Desa Hutaraja. Seluruh korban dipastikan dalam kondisi selamat tanpa laporan luka serius.

Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Kompol Mukhtar I. Kadoli, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung kami kerahkan. Prinsipnya jelas, nyawa dan keselamatan warga adalah yang utama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran Brimob di lokasi bencana bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warganya di saat krisis. Koordinasi dengan berbagai pihak pun terus dilakukan untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan optimal. [dfb]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.