Proses Alamiah Puluhan hingga Ratusan Tahun
BRIN menegaskan fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses alam yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Gempa dan hujan hanya berperan mempercepat proses pembentukan lembah atau ngarai tersebut.
Kondisi serupa, kata Adrin, juga dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki batuan gunung api muda, seperti Ngarai Sianok di Sumatera Barat.
BRIN saat ini masih melakukan analisis berbasis citra satelit dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail, diperlukan penelitian komprehensif di lapangan.
Penelitian lanjutan dapat menggunakan metode geofisika seperti survei geolistrik, seismik refleksi, dan microtremor.
Metode tersebut bertujuan mengetahui struktur bawah permukaan, potensi rekahan, serta faktor yang membuat lereng mudah longsor.
Adrin menekankan mitigasi perlu segera dilakukan, antara lain pengendalian air permukaan, penetapan zona bahaya, dan pemasangan sistem peringatan dini longsor.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap tanda awal seperti retakan tanah atau amblesan kecil.
“Peta kerentanan gerakan tanah sebenarnya sudah ada, tetapi perlu diperbarui agar lebih akurat dan operasional. Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” tutup Adrin. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.