“Tata kelola ini penting. Harus ada kepastian hukum, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana prosedurnya, dan standar yang harus dipatuhi. Kalau tidak, setiap masalah akan jadi beban bersama tanpa arah yang jelas,” paparnya.
Data Keracunan MBG
Sejak Januari hingga 22 September 2025, program MBG telah menjangkau 22,9 juta penerima dengan dukungan 8.450 dapur.
Namun, dalam periode itu, Badan Gizi Nasional mencatat 5.914 kasus keracunan, sementara lembaga pemantau pendidikan bahkan menyebut lebih dari 8.000 kasus.
Presiden Prabowo mengakui adanya kekurangan, tetapi tetap menegaskan angka keracunan masih sangat kecil dibanding skala program.
Namun bagi Mahfud, sekali lagi, yang dipertaruhkan bukan soal jumlah, melainkan keselamatan.
“Ini bukan perkara statistik. Ini soal nyawa anak bangsa,” pungkasnya. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.