MENU
Bukan Salah DJ, 2 THM di Medan Ditutup Karena Sering \"Viral\"
WA FB
News

Bukan Salah DJ, 2 THM di Medan Ditutup Karena Sering \"Viral\"

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Dec 2025 | 21:13 WIB
Bukan Salah DJ, 2 THM di Medan Ditutup Karena Sering \"Viral\"
Lampu kelap-kelip dua tempat hiburan malam di Medan dan Deli Serdang mendadak mati gaya. Bukan karena gangguan listrik, melainkan karena dugaan peredaran narkoba yang berlangsung terang-terangan—bahkan menyeret orang dalam ke pusaran kasusnya. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id - Lampu kelap-kelip dua tempat hiburan malam (THM) di Medan dan Deli Serdang mendadak mati gaya. Bukan karena gangguan listrik, melainkan karena dugaan peredaran narkoba yang berlangsung terang-terangan, bahkan menyeret orang dalam ke pusaran kasusnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak akhirnya angkat suara. Surat resmi pun meluncur ke meja Wali Kota Medan dan Bupati Deli Serdang.

Isinya tegas, dua THM, View Tonga Bar atau yang lebih dikenal De Tonga serta Terbul Bar & Lounge, direkomendasikan untuk ditutup.

De Tonga, yang berlokasi di kawasan Medan Selayang, bukan nama baru dalam daftar keluhan warga.

Tempat hiburan ini disebut-sebut lebih sering viral karena laporan warga ketimbang playlist DJ-nya.

Aduan mengalir, mulai dari keresahan lingkungan hingga dugaan kuat transaksi narkotika yang berlangsung di balik dentuman bass.

Puncaknya terjadi pada Jumat malam pertengahan Desember.

Tim Satresnarkoba Polrestabes Medan melakukan penindakan dan mendapati empat orang yang diduga terlibat langsung dalam pusaran peredaran narkoba.

Perannya pun beragam, dua karyawan aktif, satu mantan karyawan yang beralih profesi jadi kurir, hingga satu sosok yang disebut sebagai bandar.

Barang bukti? Ekstasi, empat butir, kecil jumlahnya tapi besar dampaknya.

Tak berhenti di situ, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan sejumlah pekerja hiburan di lokasi tersebut dinyatakan positif mengandung narkotika.

Garis polisi pun dipasang. De Tonga kini berstatus quo, hiburan dihentikan, proses hukum berjalan.

Dengan temuan tersebut, Kapolrestabes Medan merekomendasikan pencabutan izin operasional De Tonga.

Alasannya, mencegah korban bertambah dan menutup peluang lahirnya tindak kriminal lain yang kerap mengikuti jejak narkoba.

Cerita serupa, namun dengan skala lebih besar, terjadi di Terbul Bar & Lounge, Kabupaten Deli Serdang.

Lokasi ini disebut aparat sebagai “langganan laporan warga”, seolah pengaduan datang lebih rutin daripada jam buka usaha.

Dalam operasi dini hari awal Desember, polisi mengamankan lima karyawan dengan pembagian tugas yang nyaris menyerupai struktur organisasi, ada pelayan, penjaga pintu, pengawas peredaran narkoba, hingga kasir yang disebut mengelola uang hasil transaksi barang terlarang. Lengkap, rapi, dan ironis.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.