Barang bukti yang ditemukan tak main-main, puluhan butir ekstasi dan satu butir happy five.
Lebih mengejutkan lagi, dari puluhan pengunjung yang diperiksa, belasan di antaranya dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.
Hiburan malam pun berubah menjadi ruang pemeriksaan.
Terbul Bar & Lounge kini bernasib sama, disegel, dipasangi police line, dan menunggu keputusan pemerintah daerah.
Kapolrestabes Medan secara resmi merekomendasikan penutupan permanen serta pencabutan izin usaha.
Jean Calvijn menegaskan, langkah ini bukan sekadar formalitas surat-menyurat.
Ini adalah sinyal keras bahwa Polri tak akan berkompromi terhadap peredaran narkoba, terlebih jika menjadikan tempat hiburan sebagai etalase transaksi.
“Dari hasil pengungkapan, ditemukan aktivitas peredaran narkoba. Karena itu kami rekomendasikan agar dua tempat ini ditutup,” ujarnya, Sabtu.
Ia memastikan razia dan pengawasan akan terus digencarkan ke tempat hiburan malam lain di Medan dan sekitarnya.
Proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat masih berjalan, termasuk pengejaran terhadap mereka yang masuk daftar pencarian orang. [dfb]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.