Khusus di Danau Toba, pelaksanaan OMC tahun 2026 direncanakan berlangsung sekitar 50 hari dalam dua tahap menyesuaikan masa transisi musim hujan dan kemarau.
Di tengah berbagai manfaatnya, BMKG mengakui masih banyak persepsi negatif masyarakat terhadap operasi modifikasi cuaca.
Mulai dari isu kualitas air hingga dugaan dampak kesehatan akibat bahan semai yang digunakan.
Menanggapi hal itu, BMKG memastikan bahan semai yang digunakan aman dan ramah lingkungan karena hanya menggunakan natrium klorida tanpa kandungan zat berbahaya seperti nitrit maupun fosfor.
BMKG juga melakukan pengujian kualitas air secara berkala sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan OMC untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan.
Meski menjadi teknologi penting dalam mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, BMKG menegaskan OMC bukan solusi tunggal.
Upaya tersebut tetap harus dibarengi dengan perbaikan ekosistem, konservasi lingkungan, dan penguatan infrastruktur air di daratan.
“OMC hanyalah alat bantu mitigasi. Solusi jangka panjang tetap pada perbaikan lingkungan dan tata kelola sumber daya air,” pungkas Budi Harsoyo. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.