MENU
Bupati Tapsel Gandeng MUI Jaga Stabilitas Umat dan Ekonomi
WA FB
Regional

Bupati Tapsel Gandeng MUI Jaga Stabilitas Umat dan Ekonomi

G Editor : Gunawan Purba | 30 Apr 2026 | 22:05 WIB
Bupati Tapsel Gandeng MUI Jaga Stabilitas Umat dan Ekonomi
Prosesi pengukuhan DP MUI Tapsel

Tapanuli Selatan, Sinata.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menempatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Pesan itu mengemuka saat pengukuhan Dewan Pengurus MUI Tapanuli Selatan masa bakti 2025–2030 di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Kamis, (30/4/2026).

Ketua Umum MUI Sumatera Utara H. Maratua Simanjuntak secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru yang dipimpin Dr Ali Sati Rangkuti sebagai Ketua MUI Tapsel.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pelantikan pengurus, dan penandatanganan berita acara.

Acara turut disaksikan Bupati Tapanuli Selatan H Gus Irawan Pasaribu, Tokoh Pembangunan Sumatera Utara asal Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta pimpinan berbagai organisasi Islam.

Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan kondisi global yang tidak menentu ikut memberi tekanan terhadap daerah, termasuk Tapanuli Selatan yang baru dilanda bencana besar dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

“Secara makro dunia sedang tidak baik-baik saja. Tapanuli Selatan juga baru mengalami bencana besar yang berdampak pada ekonomi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi kita sempat terkoreksi menjadi 2,4 persen, namun secara agregat tahunan masih mampu tumbuh 4,39 persen,” katanya.

Menurut dia, di tengah tekanan tersebut, Tapsel masih mampu mencatatkan capaian nasional, terutama penurunan angka kemiskinan dari 6,92 persen menjadi 6,16 persen serta penurunan stunting yang mencapai hampir 9 persen.

Namun, ia menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan lembaga keagamaan untuk memperkuat moral masyarakat dan menjaga ketahanan sosial.

“MUI harus menjadi benteng moral masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun akhlak dan akidah umat,” ujar Gus.

Ia juga memaparkan sejumlah program pemulihan ekonomi, mulai dari pembangunan hunian tetap korban bencana, pemberdayaan ekonomi berbasis BAZNAS, pengembangan sektor perikanan melalui program seribu kolam, hingga upaya mewujudkan kemandirian pangan melalui produksi telur ayam lokal.

Tokoh Pembangunan Sumatera Utara H Syahrul M Pasaribu menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur, melainkan mengembalikan kekuatan ekonomi masyarakat agar kehidupan kembali normal.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.