Buronan kasus dugaan penipuan kripto lintas negara, Chen Zhi, ditangkap otoritas Kamboja dan telah diekstradisi ke China.
Pengusaha yang dikenal sebagai taipan bisnis itu diduga menjadi aktor kunci dalam operasi penipuan daring berskala internasional.
Penangkapan Chen dilakukan pada Rabu (7/1) setelah penyelidikan berbulan-bulan, Mengutip laporan AP News.
Pemerintah Kamboja menyatakan penahanan tersebut dilakukan atas permintaan resmi aparat penegak hukum China.
Selain Chen, dua warga negara China lainnya turut diamankan dalam operasi yang sama.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengungkapkan Chen memiliki kewarganegaraan ganda.
Namun, status kewarganegaraan Kamboja yang disandangnya telah dicabut sejak Desember 2025, sebelum proses ekstradisi dilakukan.
Nama Chen Zhi mencuat secara internasional setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat dan Kantor Luar Negeri Inggris, pada Oktober 2025, menetapkannya sebagai pimpinan jaringan kriminal transnasional.
Ia dituding mengendalikan sindikat penipuan yang menyasar korban di berbagai negara serta mengeksploitasi pekerja hasil perdagangan manusia.
Pusat-pusat penipuan daring berbasis Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan global.
Skema investasi palsu yang dijalankan jaringan tersebut telah menyebabkan kerugian masif.
Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) memperkirakan total kerugian korban penipuan di seluruh dunia pada 2023 mencapai antara 18 miliar hingga 37 miliar dolar AS.
Sementara itu, BBC melaporkan Departemen Kehakiman AS sebelumnya juga mendakwa Chen atas tuduhan mengoperasikan jaringan penipuan kripto dari Kamboja.
Jaringan tersebut diduga menguras miliaran dolar aset digital milik korban di berbagai negara.
Dalam perkembangan lain, Departemen Keuangan AS mengumumkan penyitaan bitcoin senilai sekitar 14 miliar dolar AS atau setara Rp232 triliun yang dikaitkan dengan Chen.
Penyitaan tersebut disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah dalam kasus mata uang kripto.
Chen dikenal sebagai ketua Prince Holding Group atau Cambodian Prince Group, salah satu konglomerasi besar di Kamboja.
Di situs resmi perusahaan, ia digambarkan sebagai tokoh bisnis terkemuka dengan peran filantropi, serta dianggap berkontribusi dalam membawa grup tersebut berkembang sesuai standar internasional.
Latar belakang Chen menunjukkan lonjakan kekayaan yang terbilang cepat. Ia berasal dari Provinsi Fujian, China tenggara, dan mengawali karier melalui usaha gim internet skala kecil yang tidak terlalu menonjol.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.