Sinata.id - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp325 juta untuk siswa dan guru di Barus, Tapanuli Tengah.
Selama dua hari berada di kawasan bersejarah itu dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025, Cak Imin juga berziarah ke makam Syekh Mahmud dan Makam Mahligai, sembari menyerukan agar santri masa kini berevolusi menjadi pelopor kemajuan bangsa dari Titik Nol peradaban Nusantara.
Cak Imin secara simbolis memberikan bantuan kepada empat sekolah penerima, masing-masing SMP NU Sibuluan Rp 100 juta, SMP Al Maarif Rp 100 juta, MTSS NU Barus Rp 100 juta, serta SDN 1530208 Padang Masiang 1 Rp 25 juta. Bantuan itu diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di kawasan pesisir bersejarah tersebut.
“Bantuan di Hari Santri Nasional ini saya harap dapat membawa manfaat besar bagi para guru dan siswa yang terus berjuang menimba ilmu dan menanamkan nilai kebangsaan,” ujar Cak Imin, Rabu (22/10/2025).
Kedatangan Cak Imin di Barus bukan hanya untuk acara simbolis. Selama dua hari di Tapanuli Tengah, ia juga melakukan ziarah ke makam Syekh Mahmud dan Makam Mahligai, dua situs penting dalam sejarah awal penyebaran Islam di Nusantara.
Momen ini disebutnya sebagai refleksi spiritual dan historis dalam memperingati Hari Santri Nasional ke-10, yang digelar dari Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara, sebuah lokasi yang dipercaya menjadi salah satu pintu masuk awal dakwah Islam di Indonesia.
“Peringatan Hari Santri kesepuluh ini kita mulai dari Titik Nol. Tempat ini sarat sejarah, tempat dimulainya sistem sosial dan keagamaan di Nusantara,” ucap Cak Imin.
Sekitar 2.000 santri dan guru dari berbagai daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah hadir dalam peringatan akbar tersebut. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran tokoh nasional yang dikenal vokal memperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat itu.
Acara berjalan meriah namun sarat makna, dengan rangkaian doa bersama, penampilan santri, hingga pesan kebangsaan dari Cak Imin yang menekankan pentingnya evolusi santri menjadi motor kemajuan bangsa.
“Santri hari ini harus berevolusi. Tidak hanya menjadi penjaga nilai agama, tapi juga menjadi pelopor perubahan yang membawa Indonesia lebih maju dan berkeadilan,” tegasnya. [sinata/sn8]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.