Ciri-Ciri Penipuan Menggunakan situs atau aplikasi tidak resmi Domain bukan .kemendikdasmen.go.id atau .kemdikbud.go.id Meminta data sensitif seperti password, OTP, atau nomor rekening Menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tertentu Meminta potongan dana bantuan
Penipu juga kerap mengirim tautan palsu melalui aplikasi pesan. Perlu diingat, pendaftaran PIP tidak dilakukan melalui Telegram atau tautan tidak resmi, melainkan melalui sekolah.
Tips Aman Menghindari Penipuan
Selalu cek informasi dari situs resmi pemerintah (.go.id) Jangan pernah membayar biaya administrasi Abaikan tawaran yang terdengar terlalu menggiurkan Laporkan dugaan penipuan ke call center PIP 169 Koordinasikan dengan pihak sekolah bila ada keraguan
Besaran Bantuan PIP 2026
Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan: SD/MI/Paket A: Rp450.000 per tahun SMP/MTs/Paket B: Rp750.000 per tahun SMA/SMK/MA/Paket C: Rp1.000.000 per tahun
Khusus siswa kelas akhir (kelas 6, 9, dan 12), bantuan diberikan sebesar 50 persen dari nominal tahunan.
Kemudahan Akses Melalui SIPINTAR
Pemerintah menyediakan sistem SIPINTAR (Sistem Indonesia Pintar) untuk memudahkan masyarakat memantau status bantuan hanya melalui ponsel dan internet.
Dengan sistem ini, siswa, orang tua, maupun sekolah dapat memeriksa status pencairan secara mandiri, cepat, dan akurat.
Kemudahan akses melalui situs resmi pip.kemendikdasmen.go.id dan sistem SIPINTAR membuat pengecekan PIP 2026 semakin praktis.
Cukup siapkan NISN dan NIK, lalu lakukan pengecekan melalui kanal resmi. Jika menemukan kendala atau ketidaksesuaian data, segera koordinasikan dengan pihak sekolah agar bantuan pendidikan tetap tepat sasaran dan aman diterima. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.