Jakarta, Sinata.id – Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan atau Centers for Disease Control (CDC) Taiwan berencana memasukkan infeksi virus Nipah ke dalam Category 5 notifiable disease atau penyakit wajib lapor kategori tertinggi.
Langkah ini diambil menyusul kembali munculnya wabah virus Nipah di India.
Pejabat CDC Taiwan mengatakan kepada CNA, Minggu (26/1/2026), bahwa pihaknya telah merilis rancangan perubahan peraturan pengendalian penyakit menular pada 16 Januari 2026. Dalam rancangan tersebut, infeksi virus Nipah diklasifikasikan sebagai penyakit baru atau langka dengan risiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai Category 5 notifiable disease, infeksi virus Nipah mewajibkan pelaporan segera serta penerapan langkah-langkah pengendalian khusus. Meski demikian, aturan ini masih harus melalui masa konsultasi publik selama 60 hari sebelum diberlakukan secara resmi.
Peringatan Perjalanan Masih Level 2
Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan, Lin Ming-cheng, menyampaikan bahwa meskipun virus Nipah akan diklasifikasikan sebagai penyakit kategori 5, pemerintah Taiwan tetap mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 (kuning) untuk negara bagian Kerala di India barat daya, wilayah yang dikenal sebagai daerah endemis virus Nipah.
Hingga saat ini, Taiwan belum mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Benggala Barat maupun wilayah lain di India. Dalam sistem peringatan perjalanan Taiwan yang terdiri dari empat tingkat, Level 2 mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan tanpa melarang perjalanan.
Lin menambahkan, peringatan perjalanan akan disesuaikan dengan perkembangan wabah. Jika terjadi penularan di tingkat komunitas, level peringatan dapat dinaikkan. Namun, apabila kasus masih terbatas di rumah sakit, wisatawan hanya diimbau untuk menghindari fasilitas medis di wilayah terdampak.
Gejala dan Pencegahan Virus Nipah
Gejala awal infeksi virus Nipah umumnya menyerupai influenza, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada sebagian kasus, infeksi tidak menimbulkan gejala. Namun, pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi ensefalitis (radang otak) dan kejang, bahkan menyebabkan koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Penyintas juga berisiko mengalami dampak jangka panjang, antara lain kejang berulang dan perubahan kepribadian.
Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke wilayah penyebaran virus Nipah serta menjaga kebersihan diri, termasuk rutin mencuci tangan, terutama setelah kontak dengan hewan. Buah-buahan juga dianjurkan untuk dicuci bersih sebelum dikonsumsi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.