Situasi ini memperlihatkan satu hal: ketika konflik geopolitik memanas, persaingan energi global ikut meningkat. China memilih bergerak cepat, membuka jalur pasokan baru dari Amerika Utara, meski harus membayar harga lebih mahal demi menjaga stabilitas energinya.
Jika konflik terus berlanjut, langkah serupa kemungkinan akan diikuti negara-negara importir besar lainnya yang kini berlomba mengamankan pasokan minyak di tengah pasar energi yang semakin tidak pasti. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.