MENU
Dadan Hindayana Dorong Kampus Punya Dapur MBG, Sebut Peluang Ekonomi
WA FB
Nasional

Dadan Hindayana Dorong Kampus Punya Dapur MBG, Sebut Peluang Ekonomi

T Editor : Tigor Munthe | 29 Apr 2026 | 18:37 WIB
Dadan Hindayana Dorong Kampus Punya Dapur MBG, Sebut Peluang Ekonomi
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id - Dadan Hindayana mendorong perguruan tinggi membangun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis secara mandiri. 

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional tersebut, kampus memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program prioritas Prabowo Subianto tersebut.

Hal itu disampaikan Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Makassar, Selasa (28/4/2026). Ia menilai kampus perlu segera menangkap peluang besar dari program MBG.

“Saya kira kampus perlu memahami ini karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa, pasokannya berasal dari civitas academica sendiri,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, kebutuhan pangan dalam program MBG sangat besar sehingga dapat menjadi ruang integrasi antara kegiatan akademik dan praktik lapangan. Setiap SPPG, kata dia, membutuhkan dukungan produksi pangan skala besar.

Untuk memenuhi kebutuhan satu dapur MBG, dibutuhkan sedikitnya 8 hektare sawah sebagai pemasok beras dan sekitar 19 hektare lahan jagung untuk kebutuhan pakan ternak. 

Di sektor peternakan, satu SPPG juga memerlukan sekitar 3.700 hingga 4.000 ayam petelur agar suplai protein hewani tersedia setiap hari.

Menurut Dadan, kehadiran SPPG di kampus memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek nyata.

Ia menambahkan, dapur MBG dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi, mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok.

“SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi bukan hanya soal memberi makan, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” kata Dadan. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.