Jakarta, Sinata.id - Pembaruan daftar miliarder global yang dirilis medis bis Forbes awal Mei 2026 menempatkan kembali sejumlah konglomerat Indonesia di jajaran teratas orang terkaya nasional.
Data yang dihimpun dari pemeringkatan real-time menunjukkan dominasi pelaku usaha di sektor energi, perbankan, dan industri berbasis sumber daya alam.
Posisi pertama ditempati Prajogo Pangestu dengan estimasi kekayaan sekitar US$20,9 miliar atau setara Rp362,32 triliun. Pengusaha yang mengendalikan Barito Group itu memperoleh sebagian besar kekayaannya dari bisnis petrokimia dan energi.
Di urutan kedua, Low Tuck Kwong mencatatkan kekayaan sekitar US$16,5 miliar atau Rp286,04 triliun. Nilai tersebut ditopang oleh kinerja usaha pertambangan batu bara melalui Bayan Resources.
Sementara itu, R. Budi Hartono berada di posisi ketiga dengan total kekayaan sekitar US$15,8 miliar atau Rp273,9 triliun. Sumber utama kekayaannya berasal dari investasi di sektor perbankan melalui BCA serta industri rokok Djarum Group.
Posisi keempat ditempati Anthoni Salim dengan kekayaan sekitar US$11,9 miliar atau Rp206,29 triliun. Bisnis Salim Group tersebar di berbagai sektor, mulai dari pangan, ritel, perbankan, hingga energi.
Pada peringkat kelima, Tahir bersama keluarga mencatatkan kekayaan sekitar US$9,7 miliar atau Rp168,15 triliun. Usaha Mayapada Group yang digelutinya meliputi sektor perbankan, kesehatan, media, dan properti.
Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan kekayaan sekitar US$8,8 miliar atau Rp152,55 triliun, yang sebagian besar bersumber dari industri pupuk dan polimer.
Selanjutnya, Otto Toto Sugiri menempati peringkat ketujuh dengan estimasi kekayaan US$8,4 miliar atau Rp145,62 triliun. Kekayaan tersebut terkait dengan bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
Di posisi kedelapan, Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar ini dengan kekayaan sekitar US$6 miliar atau Rp104,06 triliun. Ia juga merupakan salah satu pendiri DCI Indonesia.
Peringkat kesembilan ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan sekitar US$5,3 miliar atau Rp91,88 triliun, yang berasal dari kepemilikan saham di perusahaan perkebunan kelapa sawit Bumitama Agri.
Adapun posisi kesepuluh diisi Haryanto Tjiptodihardjo dengan kekayaan sekitar US$5 miliar atau Rp86,68 triliun, melalui bisnis manufaktur bahan bangunan Impack Pratama.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.