MENU
Dampak Bencana Meluas, Lebih Dari 128 Ribu Rumah di Sumut-Aceh Rusak A...
WA FB
News

Dampak Bencana Meluas, Lebih Dari 128 Ribu Rumah di Sumut-Aceh Rusak Akibat Banjir Bandang

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Dec 2025 | 19:30 WIB
Dampak Bencana Meluas, Lebih Dari 128 Ribu Rumah di Sumut-Aceh Rusak Akibat Banjir Bandang
Lebih dari 128 ribu rumah rusak sebagai dampak bencana banjir bandang di Sumatera Utara dan Aceh. (Ist)

Sinata.id - Gelombang bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah barat Indonesia meninggalkan dampak bencana yang luas dan mendalam. Ribuan keluarga di Sumatera Utara dan Aceh kini menghadapi kenyataan pahit setelah rumah yang mereka huni selama puluhan tahun mengalami kerusakan parah, bahkan hilang tersapu banjir bandang dan longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, di Provinsi Sumatera Utara saja, jumlah rumah terdampak banjir mencapai 28.708 unit.

Angka itu mencerminkan skala bencana yang tidak kecil, sekaligus menjadi tantangan besar dalam upaya pemulihan pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa ribuan bangunan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dengan tingkat kerusakan yang beragam.

Dari total tersebut, 5.158 rumah mengalami rusak berat, sementara 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus banjir.

Kabupaten Langkat menjadi wilayah paling terdampak, dengan lebih dari 11 ribu rumah mengalami kerusakan.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 6.481 unit, disusul Kabupaten Tapanuli Selatan yang mencatat 4.624 rumah rusak.

Menghadapi kondisi darurat tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah mulai bergerak menyiapkan solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Pembangunan hunian sementara (huntara) pun mulai direalisasikan.

Sebanyak 102 unit huntara telah dibangun di Kabupaten Tapanuli Utara sejak pertengahan Desember untuk menampung pengungsi yang belum memungkinkan kembali ke rumah mereka.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, pemerintah daerah dan BNPB telah menyepakati lokasi relokasi di lahan milik PTPN IV Kebun Batang Toru dan Kebun Hapesong.

Di kawasan tersebut, direncanakan pembangunan 488 unit huntara sebagai tempat tinggal sementara bagi korban banjir.

Abdul Muhari menegaskan, proses penanganan pengungsi dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemerintah daerah agar pembangunan hunian sesuai dengan kebutuhan sosial masyarakat setempat.

Di saat yang sama, distribusi logistik serta pemulihan akses infrastruktur terus dikebut untuk menghidupkan kembali aktivitas warga terdampak.

Situasi yang tak kalah memprihatinkan juga terjadi di Provinsi Aceh.

BNPB mencatat, total rumah rusak akibat banjir bandang dan longsor di wilayah Serambi Mekkah mencapai 106.058 unit, tersebar di 18 kabupaten dan kota.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.