MENU
Dampak Wabah Nipah, Karantina dan Pembatasan Perjalanan Diperluas di A...
WA FB
Berita

Dampak Wabah Nipah, Karantina dan Pembatasan Perjalanan Diperluas di Asia

T Editor : Tumpal Pandapotan | 27 Jan 2026 | 17:48 WIB
Dampak Wabah Nipah, Karantina dan Pembatasan Perjalanan Diperluas di Asia
pemeriksaan_wisatawan_dari_india_di_bandara_thailand_the_independent_thailand

New Delhi, Sinata.id – Wabah virus Nipah di Benggala Barat, India, mulai berdampak pada masyarakat dan pelaku perjalanan, dengan sekitar 100 orang harus menjalani karantina serta pemeriksaan kesehatan diperketat di berbagai bandara Asia. Kondisi ini menyusul konfirmasi lima kasus infeksi virus Nipah yang terdeteksi di sebuah rumah sakit di wilayah tersebut.

Di Benggala Barat, karantina diberlakukan setelah penularan teridentifikasi di lingkungan fasilitas kesehatan. Seorang dokter, seorang perawat, dan satu staf rumah sakit dinyatakan positif, menyusul dua kasus awal pada perawat laki-laki dan perempuan yang berasal dari distrik yang sama.

Virus Nipah diketahui dapat menular dari hewan ke manusia, serta menyebar melalui kontak erat antarmanusia.

Dampak wabah tidak hanya dirasakan oleh warga setempat, tetapi juga oleh pelaku perjalanan internasional.

Sejumlah negara dan wilayah di Asia, termasuk Thailand, Nepal, dan Taiwan, meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat skrining kesehatan di pintu masuk negara masing-masing.

Di Thailand, penumpang yang tiba dari Benggala Barat kini menghadapi pemeriksaan kesehatan lebih ketat di bandara-bandara utama.

Kementerian Kesehatan Masyarakat menerapkan metode pemantauan yang sebelumnya digunakan saat pandemi COVID-19, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan pengamatan gejala penyakit di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket.

Pelancong juga dibekali kartu peringatan kesehatan untuk panduan apabila mengalami gejala setelah tiba.

Langkah tersebut diperkuat dengan peningkatan kebersihan dan kesiapsiagaan pengendalian penyakit di Bandara Internasional Phuket.

Maskapai IndiGo diketahui mengoperasikan penerbangan langsung harian antara Kolkata dan Phuket, sehingga pengawasan terhadap penumpang dari wilayah terdampak menjadi perhatian utama.

Dikutip dari The Independent, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan belum ada kasus virus Nipah yang tercatat di dalam negeri.

Namun, otoritas tetap memberlakukan pengawasan ketat, termasuk merujuk penumpang dengan demam tinggi atau gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah ke fasilitas karantina.

Pembatasan juga berdampak pada aktivitas wisata. Otoritas taman nasional dan satwa liar Thailand meningkatkan pengawasan di kawasan gua dan destinasi wisata alam.

Wisatawan diminta mematuhi aturan ketat, termasuk larangan berburu, mencari makanan liar, dan mengonsumsi hewan liar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.