MENU
Dapat Layani Semua Usia, Posyandu di Simalungun Diharapkan Bertransfor...
WA FB
Simalungun

Dapat Layani Semua Usia, Posyandu di Simalungun Diharapkan Bertransformasi

G Editor : Gunawan Purba | 07 May 2026 | 14:53 WIB
Dapat Layani Semua Usia, Posyandu di Simalungun Diharapkan Bertransformasi
Ketua Pembina Posyandu Simalungun berfoto bersama kader Posyandu selepas sosialisasi

Simalungun, Sinata.id - Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun menggelar Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kantor Camat Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat” itu dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun, Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny Yulince Mixnon Andreas Simamora.

Camat Gunung Maligas, Ayu Rukiyah Nasution, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan kepada para kader Posyandu di wilayahnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan nagori.

Dalam sambutannya, Ny Darmawati menegaskan pentingnya transformasi Posyandu menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mampu melayani seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

“Posyandu tidak lagi hanya fokus pada penimbangan balita, tetapi juga harus mampu memberikan layanan kesehatan bagi remaja, lansia, hingga konseling bagi calon pengantin,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi tersebut sejalan dengan semangat Hari Posyandu Nasional bertema “Posyandu Kuat, Indonesia Sehat dan Hebat”.

Pada kesempatan itu, Ny. Darmawati juga mengajak kader dan masyarakat mendukung gerakan KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) yang diintegrasikan dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Program tersebut mencakup kunjungan rutin ke rumah warga, pendataan masalah gizi, ibu hamil, lansia, serta anak berkebutuhan khusus, kemudian dilaporkan melalui sistem Dasawisma untuk ditindaklanjuti melalui pendampingan dan pemantauan berkala.

Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting menuju target Zero New Stunting 2027. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak putus sekolah, validasi data lansia, dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, keberhasilan program kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah nagori, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga lintas sektor terkait.

“Semangat para kader menjadi bagian penting dalam mewujudkan Simalungun yang lebih maju di masa depan,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan alat kesehatan berupa timbangan dan alat ukur tekanan darah kepada kader Posyandu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.