Pati, Sinata.id - Bupati Pati Sudewo (SDW), politikus senior yang terpilih memimpin Kabupaten Pati pada periode 2025–2030, kini menjadi perhatian publik setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pati, Senin (19/1/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Sudewo termasuk pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Namun, KPK belum membeberkan rincian perkara, jumlah pihak yang ditangkap, maupun barang bukti yang disita.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” kata Budi dalam keterangan tertulis.
Menurut Budi, Sudewo belum dibawa ke Jakarta dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim KPK di Polres Kudus.
“Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” ujarnya.
Sudewo merupakan putra daerah kelahiran Pati, 11 Oktober 1968.
Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri 1 Slungkep, SMP Negeri 1 Kayen, hingga SMA Negeri 1 Pati.
Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus sebagai sarjana Teknik Sipil pada 1993, sebelum meraih gelar magister Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Karier profesional Sudewo diawali di sektor konstruksi sebagai pegawai PT Jaya Construction pada 1993–1994.
Setelah itu, ia beralih ke birokrasi dengan menjadi tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada 1994–1995.
Langkahnya ke dunia politik mulai terlihat pada 2002 ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono, meski belum berhasil.
Sudewo kemudian aktif dalam berbagai kegiatan politik dan pernah menjadi koordinator tim sukses Pilkada Jawa Timur 2005 serta Pilkada Jawa Tengah 2008.
Pada 2019, ia dipercaya menjabat Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra.
Karier politiknya berlanjut di tingkat nasional saat terpilih sebagai anggota DPR RI untuk dua periode, yakni 2009–2013 dan 2019–2024.
Puncaknya, pada Pemilu 2024, Sudewo memenangkan kontestasi Pilkada Pati dan dilantik sebagai Bupati Pati periode 2025–2030, didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.
Selama menjabat, nama Sudewo sempat menjadi sorotan publik terkait kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berdampak pada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.