MENU
Dari Gula hingga Soda, Ini Makanan yang Bikin Tubuh Cepat Tua
WA FB
Berita

Dari Gula hingga Soda, Ini Makanan yang Bikin Tubuh Cepat Tua

T Editor : Tumpal Pandapotan | 09 Feb 2026 | 16:42 WIB
Dari Gula hingga Soda, Ini Makanan yang Bikin Tubuh Cepat Tua
ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Pola makan sehari-hari ternyata berperan besar dalam proses penuaan tubuh. Ahli diet menekankan bahwa kebiasaan konsumsi makanan tertentu dapat mempercepat kerusakan sel dan fungsi tubuh, sekaligus meningkatkan risiko penyakit kronis seiring bertambahnya usia.

Phyllis Famularo, ahli diet dari The State University of New Jersey, menjelaskan, konsumsi buah dan sayuran yang kurang dapat menimbulkan kekurangan nutrisi hingga risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu.

“Serat yang menyehatkan jantung, vitamin, mineral anti-inflamasi, dan antioksidan penangkal radikal bebas dari buah dan sayuran memiliki manfaat hampir tak terbatas,” kata Famularo.

Selain itu, konsumsi natrium berlebihan juga menjadi perhatian. Sekitar 70-75 persen orang dewasa lanjut usia mengalami tekanan darah tinggi, menurut Famularo. Ia menyarankan mengurangi makanan olahan, kemasan, dan restoran yang umumnya tinggi garam.

“Jika harus mengonsumsi makanan tinggi natrium, padukan dengan makanan tinggi kalium seperti pisang, ubi jalar, atau bayam untuk membantu menetralkan efeknya,” ujarnya.

Kebiasaan mengonsumsi gula tambahan, seperti dari kue atau minuman kemasan, juga berdampak serius. Menurut Harvard Health Publishing, gula tambahan dapat memicu peradangan kronis, kenaikan berat badan, diabetes, penyakit hati berlemak, hingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Membaca label makanan dan memilih produk rendah gula menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Sementara itu, penghindaran total terhadap lemak justru merugikan tubuh. Lemak berperan penting dalam memberi energi, mendukung pertumbuhan sel, melindungi organ, serta membantu penyerapan nutrisi. Lemak tak jenuh ganda, termasuk omega-3, dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko gangguan kognitif, kanker tertentu, dan penyakit mata.

Konsumsi minuman bersoda manis juga menjadi perhatian. Studi dalam jurnal Nutrients (Februari 2020) menunjukkan konsumsi minuman ringan berlebihan meningkatkan risiko patah tulang. Famularo menyarankan memilih minuman yang mendukung kesehatan tulang, seperti susu atau jus yang diperkaya kalsium dan vitamin D.

Protein dan serat juga menjadi kunci penuaan sehat. Harvard Health Publishing mencatat, memasuki usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan sekitar 5 persen massa otot tiap dekade, kondisi yang dikenal sebagai sarcopenia. Asupan protein sekitar 1,3 gram per 2,2 pon berat badan dapat menjaga massa otot tanpa lemak dan fungsi fisik, sementara serat membantu saluran pencernaan bekerja optimal, menurunkan kolesterol, dan menjaga kesehatan jantung.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.