MENU
Delapan Perkataan Yesus di Kayu Salib: Makna Rohani dan Pesan Keselama...
WA FB
Religi

Delapan Perkataan Yesus di Kayu Salib: Makna Rohani dan Pesan Keselamatan bagi Umat Kristen

F Editor : Ferry SP Sinamo | 09 Mar 2026 | 10:35 WIB
Delapan Perkataan Yesus di Kayu Salib: Makna Rohani dan Pesan Keselamatan bagi Umat Kristen
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH. (istimewa)

Oleh: Mis Ev Daniel Pardede, MH

Renungan rohani tentang delapan perkataan Yesus di kayu salib yang mengandung makna pengampunan, keselamatan, dan penyerahan diri kepada Allah. Hal ini menjadi refleksi iman bagi umat Kristen untuk hidup dalam pertobatan dan ketaatan.

Renungan Iman tentang Sengsara dan Kasih Kristus

Peristiwa penyaliban Yesus Kristus di Bukit Golgota merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah keselamatan umat manusia. Dalam perjalanan menuju tempat penyaliban, Yesus memikul salib-Nya sendiri melewati jalan penderitaan yang dikenal sebagai Via Dolorosa, hingga akhirnya tiba di bukit tengkorak yang disebut Golgota.

Di tempat itu, Yesus disalibkan dengan cara yang sangat kejam. Kedua tangan-Nya dibentangkan secara horizontal dan dipaku dengan paku besar pada kayu salib. Demikian juga kedua kaki-Nya dipaku pada bagian bawah salib secara vertikal. Setelah itu, salib tersebut ditegakkan, sementara tubuh Yesus yang penuh luka akibat cambukan dan siksaan tergantung di atasnya.

Di tengah penderitaan yang luar biasa itu, Yesus mengucapkan beberapa perkataan yang kemudian dikenal sebagai perkataan-perkataan Yesus di kayu salib. Perkataan ini menjadi pesan rohani yang sangat mendalam bagi umat percaya hingga hari ini.

[caption id="attachment_34633" align="aligncenter" width="750"] Gambar ilustrasi.[/caption]

Delapan Perkataan Yesus di Kayu Salib

Berikut delapan perkataan Yesus yang menjadi refleksi iman bagi orang percaya:

“Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

“Ibu, inilah anakmu.” (Yohanes 19:26)

“Inilah ibumu.” (Yohanes 19:27)

“Hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di Firdaus.” (Lukas 23:43)

“Aku haus.” (Yohanes 19:28)

“Eloi, Eloi, lama sabaktani?” Artinya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Markus 15:34)

“Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)

“Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)

Perkataan-perkataan ini bukan sekadar kalimat yang diucapkan di tengah penderitaan, tetapi mengandung makna teologis yang sangat dalam tentang pengampunan, kasih, penebusan dosa, dan penyerahan diri kepada Allah.

Rasul Paulus menegaskan bahwa pengorbanan Yesus merupakan harga yang sangat mahal bagi keselamatan manusia. Dalam 1 Korintus 6:20 tertulis bahwa umat percaya telah dibeli dengan harga yang mahal oleh Kristus.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.