Setiap kali ia hadir, bukan hanya kebutuhan yang terpenuhi. Ada tawa yang pecah, ada pelukan yang hangat, ada rasa yang sulit dijelaskan, bahwa di dunia ini, masih ada orang yang peduli tanpa syarat.
Dalam momen-momen itu, Raji tidak banyak bicara. Ia hanya hadir. Dan kehadirannya sudah lebih dari cukup.
Bagi Raji, kebahagiaan tidak diukur dari apa yang ia miliki. Ia menemukan kebahagiaan justru saat melihat orang lain tersenyum karena hal kecil yang bisa ia berikan.
“Ini bukan donasi. Semua dari saweran yang saya terima, dan ini rutin saya lakukan setiap bulan,” katanya.
Ia memahami betul bahwa tidak semua kebaikan harus ditunjukkan. Bahwa ada hal-hal yang cukup disimpan antara dirinya dan Tuhan.
“Karena kekayaan yang sesungguhnya ketika kita merasa puas dan cukup, maka itulah inti kekayaan yang sesungguhnya,” tuturnya lirih.
Suster Maria Goretti, yang telah lama mengenal Raji, mengaku tak pernah berhenti terharu melihat ketulusan yang ia bawa setiap kali datang.
“Kalau kehadiran langsung ke sini, itu setiap tahun. Tetapi untuk komunikasi, hampir setiap hari kami tetap berhubungan,” ujarnya.
Bagi anak-anak di panti, Raji bukan hanya datang membawa bantuan. Ia datang membawa rasa bahwa mereka tidak sendiri, dan membawa rasa mereka masih diperhatikan dan tetap berharga.
“Perhatiannya kepada adik-adik di sini luar biasa. Kepedulian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami semua,” katanya.
Di dunia yang kadang terasa dingin, Raji memilih menjadi hangat. Di saat banyak orang menunggu untuk diberi, ia justru memilih memberi.
Ia tidak pernah menjadikan keterbatasannya sebagai alasan untuk berhenti. Justru dari sanalah, ia menemukan kekuatannya.
Dan mungkin, tanpa ia sadari, langkah kecilnya telah menjadi cahaya bagi banyak orang.
Reinhard Raji Manurung tidak hanya berbagi bantuan, ia berbagi harapan, berbagi rasa, dan juga berbagi kehidupan.
Dan dari ketulusannya, kita diingatkan kembali, bahwa dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak orang hebat, tetapi lebih banyak hati yang peduli. (A06)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.