Sementara itu, Mendagri Tito menyampaikan bahwa berdasarkan analisis Satgas Nasional, dari 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, sebanyak 10 daerah telah kembali berfungsi secara normal.
Menurut Tito, pemerintah pusat terus memantau proses pemulihan melalui berbagai indikator, mulai dari sektor pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga konektivitas wilayah.
Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp371 miliar yang difokuskan pada rehabilitasi sawah, jaringan irigasi, dan lahan pertanian yang terdampak bencana.
“Dari hasil analisis Satgas Nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang kembali fungsional. Kami juga telah menyiapkan dukungan anggaran guna mempercepat proses pemulihan,” kata Tito.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan dana otonomi khusus Aceh, termasuk upaya mengembalikan skema alokasi dua persen mulai tahun depan guna memperkuat pembangunan dan percepatan pemulihan pascabencana.
“Oleh karena itu, dana TKD yang telah disalurkan tahun ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai program pemulihan, sehingga pengajuan anggaran pada tahun berikutnya dapat berjalan lebih lancar,” pungkasnya.
Rakor tersebut turut dihadiri para wakil bupati dan wakil wali kota dari 18 daerah terdampak bencana, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. (SN21)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.