Kondisi itu, menurutnya, membuat kualitas informasi sangat menentukan stabilitas sosial, ekonomi, hingga kohesi kebangsaan.
“Negara berkomitmen memastikan media massa tetap mendapatkan mata rantai ekonomi yang adil agar jurnalisme berkualitas terus hidup sebagai suluh demokrasi,” ujarnya.
Penjaga Kebenaran di Era AI
Gubernur Banten Andra Soni menilai HPN 2026 menjadi momentum mempertegas peran pers di tengah akselerasi kecerdasan artifisial dan transformasi digital.
“Di tengah perkembangan AI, pers berperan sebagai penjaga kebenaran, pengurai kompleksitas, dan penentu makna di tengah arus data,” katanya.
Senada, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan kebebasan pers harus berjalan seiring akurasi dan etika.
“Pers tidak bekerja di ruang hampa. Ia memikul tanggung jawab publik dan kebangsaan, sehingga akurasi dan etika menjadi yang utama,” ujarnya. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.