Pematangsiantar, Sinata.id - Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan sejumlah kejanggalan dalam tahapan seleksi yang tengah berlangsung.
Sorotan tersebut menguat setelah adanya temuan yang didasarkan pada salinan dokumen yang diperoleh redaksi. Dalam dokumen tersebut, terdapat data yang menunjukkan bahwa salah satu peserta diduga tidak memenuhi syarat penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan kategori “baik”, namun tetap dinyatakan lolos pada tahap administrasi.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan terkait ketatnya proses verifikasi berkas oleh panitia seleksi. Sejumlah pihak menduga terdapat kelemahan dalam pemeriksaan dokumen, bahkan adanya ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi sebenarnya.
“Jika benar terjadi, ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi sudah mengarah pada dugaan manipulasi dalam sistem seleksi,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui proses tersebut, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan dokumen yang sama, indikasi ketidaksesuaian data tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengisian jabatan publik. Sesuai ketentuan kepegawaian, seleksi jabatan tinggi wajib dilaksanakan berdasarkan sistem merit, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah pengamat tata kelola pemerintahan menilai, temuan ini perlu ditindaklanjuti secara serius agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi jabatan di daerah.
“Ini menyangkut integritas sistem birokrasi. Jika dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dalam pengisian jabatan publik,” ujar seorang pengamat.
Seiring dengan mencuatnya dugaan ini, berbagai pihak mendorong agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proses seleksi, termasuk verifikasi ulang seluruh dokumen peserta untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan yang berlaku.
Namun demikian, temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia seleksi maupun Pemerintah Kota Pematangsiantar belum memberikan keterangan resmi. Redaksi telah berupaya mengonfirmasi temuan ini kepada pihak terkait. Sekretaris JPT Pratama, Timbul Simanjuntak, ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler juga belum memberikan tanggapan.
Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan pemerintahan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas birokrasi. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran dalam prosesnya diharapkan dapat ditangani secara transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pemerintahan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.