MENU
Dugaan Lahan Tambang Emas Ilegal Baru Ditemukan di Sekitar Taman Nasio...
WA FB
News

Dugaan Lahan Tambang Emas Ilegal Baru Ditemukan di Sekitar Taman Nasional Komodo

R Editor : Redaksi Sinata | 15 Dec 2025 | 19:46 WIB
Dugaan Lahan Tambang Emas Ilegal Baru Ditemukan di Sekitar Taman Nasional Komodo
Ilustrasi Tambang Emas. (Ist)

Sinata.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menelusuri temuan bukaan lahan di wilayah sekitar Taman Nasional Komodo yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal. Meski indikasi fisik di lapangan ditemukan, pemerintah belum menarik kesimpulan adanya pelanggaran hukum.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) ESDM mengonfirmasi bahwa tim telah diterjunkan langsung ke Pulau Sebayur Besar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Lokasi tersebut sebelumnya dilaporkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai titik yang dicurigai memiliki aktivitas pertambangan ilegal.

Direktur Jenderal Gakkum ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menyampaikan bahwa hasil pengecekan awal memang menemukan adanya pembukaan lahan.

Namun, menurutnya, temuan tersebut belum bisa serta-merta dikaitkan dengan tambang emas ilegal.

Jeffri menjelaskan, tidak semua bukaan lahan dapat dikategorikan sebagai aktivitas pertambangan tanpa izin.

Sejumlah bukaan bisa saja berkaitan dengan kegiatan lain, termasuk pertambangan pasir atau aktivitas non-tambang yang masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Secara visual, memang ada bukaan lahan. Tapi untuk menyimpulkan itu sebagai tambang ilegal, kami harus memiliki alat bukti yang kuat. Dugaan boleh muncul, tetapi penetapan hukum harus berbasis fakta yuridis,” ujar Jeffri, dikutip Senin (15/12/2025).

Isu tambang emas ilegal di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo mencuat setelah KPK mengungkap adanya laporan terkait aktivitas mencurigakan di sekitar Pulau Sebayur Besar pada akhir November lalu.

Laporan tersebut langsung menarik perhatian publik karena lokasi yang berdekatan dengan kawasan konservasi kelas dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun merespons singkat temuan tersebut.

Ia menyatakan akan melakukan pengecekan langsung terhadap laporan yang disampaikan lembaga antirasuah itu.

“Nanti saya cek,” kata Bahlil, belum lama ini.

Sementara itu, KPK mengakui informasi yang mereka peroleh terkait dugaan tambang ilegal tersebut masih terbatas.

Ketua Satgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, mengatakan pihaknya belum memiliki data detail mengenai skala produksi maupun siapa pemilik tambang yang dimaksud.

“Informasinya masih sangat terbatas,” ujar Dian.

Ia juga mengaku terkejut dengan munculnya laporan dugaan tambang emas di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Komodo.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.