Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th.
Menghadapi dunia yang terasa kacau—baik karena berita buruk, ketidakpastian ekonomi, maupun konflik sosial—memang bisa membuat kita merasa kewalahan. Namun, sebagai orang beriman, kekacauan di luar tidak seharusnya mencuri damai sejahtera di dalam.
Berikut adalah tiga sikap utama yang bisa kita ambil, dengan makna dan firman Tuhan sebagai jangkar:
1. Memiliki Ketenangan yang Melampaui Akal
Dunia bereaksi terhadap kekacauan dengan kepanikan, tetapi kita dipanggil untuk memiliki ketenangan batin. Maknanya bukan berarti kita acuh tak acuh, melainkan kita percaya bahwa ada otoritas yang lebih tinggi di atas segala kekacauan ini.
Firman Tuhan:
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." — Yohanes 14:27
Makna : Damai dari dunia bergantung pada situasi (jika situasi baik, kita tenang). Sebaliknya, damai dari Tuhan diberikan justru di tengah badai. Ini adalah kekuatan untuk tetap berdiri tegak saat lingkungan sekitar runtuh.
2. Fokus pada Apa yang Bisa Kita Kendalikan*
Seringkali kekacauan terasa besar karena kita mencoba memikul beban seluruh dunia. Sikap yang benar adalah fokus pada ketaatan harian dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan. Kita dipanggil untuk menjadi "garam dan terang," bukan menjadi hakim atas segala sesuatu.
Firman Tuhan:
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." — Matius 6:34
Makna : Khawatir adalah usaha untuk mengendalikan masa depan yang bukan milik kita. Dengan fokus pada hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata bagi orang-orang di sekitar kita daripada hanya tenggelam dalam ketakutan yang melumpuhkan.
3. Menjadikan Tuhan Sebagai "Kota Benteng"
Dalam literatur Alkitab, kota benteng adalah tempat perlindungan yang paling aman saat terjadi serangan. Sikap kita seharusnya adalah menjadikan doa dan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama, bukan pilihan terakhir.
Firman Tuhan:
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut." — Mazmur 46:2-3
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.