MENU
Flora Nauli Bersama Yayasan Ekosistem Lestari Berburu Madu Hingga ke A...
WA FB
Berita

Flora Nauli Bersama Yayasan Ekosistem Lestari Berburu Madu Hingga ke Alam Liar

R Editor : Redaksi Sinata | 22 May 2025 | 21:12 WIB
Flora Nauli Bersama Yayasan Ekosistem Lestari Berburu Madu Hingga ke Alam Liar
IMG-20250522-WA0016

Pematangsiantar, Sinata.id - Di kalangan peternak lebah dan pecinta madu di Kota Pematangsiantar dan Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, nama Flora Nauli Group (FNG) cukup dikenal akan produksi madunya.

Untuk mendapatkan madu, pihak FNG lumayan sering berburu sarang lebah. Terkadang, berburu madu dari sarang lebah dilakukan bersama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Tidak terlalu sering, berburu madu juga dilakukan hingga ke alam liar (hutan).

Belum lama ini, Berburu madu dilakukan FNG di kawasan Kantor Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kementerian Kehutanan yang terletak di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

"Kami bersama Yayasan Ekosistem Lestari dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Selatan berburu madu di Kantor Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kementerian Kehutanan di Jalan Viyata Yudha, " ujar pemilik Flora Nauli Group, Aam Hasanuddin SHut, Rabu 21 Mei 2025.

Katanya, di sekitaran Kantor BPDAS Kementerian Kehutanan di Kota Pematangsiantar, masih terdapat "hutan" kecil. Sehingga cukup banyak sarang lebah madu di Jalan Viyata Yudha tersebut.

Aam Hasanuddin bersama pihak dari YEL, sebelum mengambil madu pada bagian plafon di Kantor BPDAS, terlebih dahulu sekeliling lokasi sarang lebah dibakar, untuk menghasilkan asap yang cukup banyak.

"Jadi asap itu gunanya untuk mengusir sementara lebah liar, agar tidak menyerang yang memanen. Sedangkan wadah itu untuk tempat selanjutnya para koloni lebah, supaya tidak bersarang di tempat lamanya," ucapnya, lalu menambahkan, koloni lebah selanjutnya dibawa pergi untuk budidaya lebah madu.

Perwakilan YEL, Rahmadi Sitompul, mengatakan, YEL yang didirikan tahun 2000 lalu, merupakan organisasi yang fokus pada konservasi, pendidikan lingkungan dan pengembangan masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

Saat ini, YEL sedang mengembangkan  komoditas (komoditi development) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

YEL, sebut Rahmadi, YEL saat ini membina dua desa. Seperti Desa Pasilembang, di Langkat dan Desa Bukit Mas di Aceh Selatan. Di dua desa itu, sedang dilakukan riset tentang ekosistem lebah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.