"Sebenarnya juga sudah ada masyarakat dari dua desa itu yang telah beternak lebah. Maupun kegiatan memanen lebah hutan. Namun memiliki kendala di penanganan dan pemasaran," tutur Rahmadi Sitompul.
Untuk mengembangkan riset, YEL selanjutnya menemukan peternak lebah Flora Nauli Group.
"Flora Nauli sudah masuk dalam Asosiasi perlebahan di Sumut dan sudah banyak melakukan riset, serta mendapatkan penghargaan tentang budidaya perlebahan," katanya.
Sebelumnya, selama 3 hari, YEL menggelar pelatihan ternak (budidaya) lebah. Tepatnya, pelatihan di lakukan pada Selasa (20/05/2025) hingga Kamis (22/05/2025) yang lalu.
"Bukan hanya belajar untuk peternakan lebah, namun juga melakukan langsung perburuan lebah di alam," sebutnya.
Dijelaskan, peternakan lebah madu Flora Nauli telah ada sejak tahun 1993, dengan membudidayakan lebah Apis Cerana, yang sering disebut lebah penyengat, serta beberapa species lebah tanpa sengat (stingles bee).
Usaha Aam Hasanudin saat ini mampu memproduksi 300 kilogram madu dari 14 spesies lebah yang dibudidayakan dari lokasi peternakan nya di Jalan Setia Negara, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
FNG, juga sering menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi yang ingin melakukan penelitian dan belajar membudidayakan lebah. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.