Menurutnya, pengembangan biogasoline dari sumber terbarukan seperti kelapa sawit juga sejalan dengan target global dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Ia berharap, melalui hilirisasi ini, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat ditekan secara bertahap.
Untuk memastikan keberhasilan program, proses penelitian akan mendapat pendampingan intensif dari Dekan FTIRS ITS, Juwari, bersama tim ahli ITS dan Kementerian Pertanian.
Pengawalan ini dilakukan agar inovasi yang dikembangkan benar-benar siap memasuki tahap produksi massal.
Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama lima tahun tersebut juga akan melibatkan pembentukan tim kerja khusus guna mengawal implementasi teknologi di lapangan.
Sinergitas ini diharapkan mampu memperkuat posisi PalmCo dalam industri sawit berkelanjutan sekaligus mengukuhkan ITS sebagai pusat inovasi energi hijau di tingkat global. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.