MENU
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Satu Warga Manado Tewas dan BMKG Keluarkan...
WA FB
Nasional

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Satu Warga Manado Tewas dan BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

N Editor : Nida | 02 Apr 2026 | 09:15 WIB
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Satu Warga Manado Tewas dan BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Seorang warga di Manado dikabarkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan (AFP)

Manado, Sinata.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung, Kamis (2/4) pagi, menyebabkan satu warga meninggal dunia di Manado. Korban dilaporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, terdapat satu orang lainnya mengalami luka serius.

“Satu korban meninggal sudah dievakuasi ke rumah sakit, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah melompat dari bangunan,” ujarnya. Gempa Terasa Kuat di Manado Gempa terjadi sekitar pukul 06.48 WITA dengan pusat di laut pada kedalaman 62 kilometer. Getaran kuat dirasakan di sejumlah wilayah, terutama di Kota Manado dan sekitarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan dan pencarian kemungkinan adanya korban lain akibat gempa tersebut. BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Sejumlah daerah masuk dalam status “siaga” dan “waspada” berdasarkan pemodelan yang dilakukan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebut beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, serta sejumlah wilayah di Minahasa.

Sementara itu, daerah seperti Kepulauan Sangihe dan sebagian wilayah Minahasa Utara masuk kategori waspada. Imbauan Evakuasi dan Kewaspadaan BMKG mengimbau pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk segera mengambil langkah evakuasi, khususnya bagi daerah berstatus siaga. Masyarakat juga diminta menjauhi area pesisir dan tetap mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di kawasan rawan gempa dan tsunami di Indonesia bagian timur.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.