MENU
Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Warga Pesisir di Lima Provinsi Diim...
WA FB
Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Warga Pesisir di Lima Provinsi Diimbau Waspadai Tsunami

T Editor : Tigor Munthe | 08 Jun 2026 | 10:57 WIB
Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Warga Pesisir di Lima Provinsi Diimbau Waspadai Tsunami
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Pexels)

JAKARTA, Sinata.id  – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.

Gempa yang berpusat di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.

Merespons kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan petugas dan pemerintah daerah terkait langkah evakuasi. "Masyarakat diharapkan secara sadar dan tertib menjauhi kawasan pantai menuju lokasi yang lebih aman sesuai tingkat ancaman di wilayah masing-masing," demikian imbauan BNPB. Berdasarkan pemodelan BMKG, sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah berstatus "Siaga" atau berpotensi mengalami tsunami dengan ketinggian yang memerlukan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi.

Wilayah tersebut antara lain Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Bolaang Mongondow Utara, Gorontalo bagian utara, Buol, dan Toli-Toli.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain berstatus "Waspada", di antaranya Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala Utara, Kota Ternate, Kota Tidore, Kutai Timur, Bulungan, dan Nunukan.

BNPB menyatakan kondisi di lapangan hingga saat ini masih aman dan terkendali. Laporan cepat dari BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado menyebutkan guncangan gempa hanya dirasakan lemah selama sekitar dua hingga tiga detik dan belum terdapat laporan dampak signifikan.

Meski demikian, BPBD bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan berbagai instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik, memprioritaskan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Masyarakat diminta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan petugas di lapangan," tegas Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.